Dapat Ilmu Dari Belanda, Selvi Boi Dao Latih Penenun di Belu

para penenun di Kabupaten Belu. Kepercayaan itu diberikan kepada Selviana Boi Dao setelah ia pulang dari Belanda.

Dapat Ilmu Dari Belanda, Selvi Boi Dao Latih Penenun di Belu
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Peserta pelatihan foto bersama Kabid Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu, Maria Erni Ganggas dan instruktur, Selviana Boi Dao, Rabu (18/12/2019). 

Dapat Ilmu Dari Belanda, Selvi Boi Dao Latih Penenun di Belu

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA---Warga Kabupaten Belu, Selviana Boi Dao dipercayakan Pemerintah Kabupaten Belu untuk melatih para penenun di Kabupaten Belu. Kepercayaan itu diberikan kepada Selviana Boi Dao setelah ia pulang dari Belanda.

Hal itu disampaikan Kabid Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Belu, Maria Erni Ganggas, SH kepada wartawan, Rabu (18/12/2019).

Menurut Erni, Selviana Boi Dao yang akrab disapa Mama Selvi itu baru saja pulang dari Belanda. Saat di Belanda, Mama Selvi memperkenalkan tenun ikat Belu kepada komunitas internasional di Belanda.

Mama Selvi memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam menenun dan hasil karyanya diakui dan diterima oleh komunitas tenun internasional. Hal ini merupakan prestasi sekaligus potensi yang mesti dikembangkan demi kemajuan daerah sehingga pemerintah menunjuk Mama Selvi sebagai instruktur atau pelatih para penenun di Kabupaten Belu.

Salah satu kelompok tenun yang dilatih Mama Selvi adalah Komunitas Tenun Timor yang di Kelurahan Manumutin, Kabupaten Belu.

Menurut Erni, para penenun di Belu perlu dilatih untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana cara meningkatkan kualitas kain tenun ikat yang diproduksi dan mampu bersaing.

"Diharapkan peserta pelatihan dapat menciptakan produk kain tenun yang berkualitas dan dapat meningkatkan kesejahteraan peserta yang adalah pelaku tenun," katanya.

Kegiatan pelatihan akan berlangsung selama tiga hari terhitung Rabu (18/12/2019). Peserta pelatihan sebanyak 26 kelompok tenun.

Instruktur tenun, Mama Selvi mengemukakan, materi pelatihan diantara lain, praktek peramuan bahan–bahan alami untuk pewarnaan alam yakni pencampuran bahan alam, dilanjutkan dengan perminyakan dan perendaman dengan warna yang diinginkan, kemudian penjemuran serta penggulungan benang.

Tujuan pelatihan ini agar meningkatkan kualitas produk tenun yang dihasilkan para penenun di Kabupaten Belu sehingga bisa bersaing.

"Kita mau supaya hasil tenun kita kualitasnya bagus sehingga bisa diterima di pasar terutama pecinta tenun," ungkap Mama Selvi.

VIDEO: Petani Mauliru di Sumba Timur, Panen Sorgum Numbu Putih. Tonton Videonya Yuk

Pengelola Parkir Tak Setor Retribusi, Belasan Juru Parkir Diamankan di Mapolres Kupang Kota

Pendamping Komunitas Tenun Timor, Albertina Da Gama menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Belu dan Instruktur Mama Selvi yang telah memberikan pelatihan pewarnaan alam bagi Komunitas Tenun Timor. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved