Sopir Bus Jurusan Kedang Lembata Lakukan Aksi Mogok Protes Keberadaan Angkutan Tanpa Izin Trayek

merasa ada ketidakadilan karena banyak pengusaha bermodal besar yang membuka usaha angkutan jurusan Kedang dan sama sekali

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Para sopir bus angkutan yang melayani jurusan Lewoleba-Kedang melakukan aksi mogok di depan Kantor Camat Omesuri, Desa Balauring, Kabupaten Lembata pada Senin (16/12/2019) pagi. 

Sopir Bus Jurusan Kedang Lembata Lakukan Aksi Mogok Protes Keberadaan Angkutan Tanpa Izin Trayek

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Para sopir bus angkutan yang melayani jurusan Lewoleba-Kedang melakukan aksi mogok di depan Kantor Camat Omesuri, Desa Balauring, Kabupaten Lembata pada Senin (16/12/2019) pagi.

Mereka memutuskan untuk tidak melakukan antar-jemput penumpang karena tidak puas dengan Pemerintah Kabupaten Lembata yang tidak tegas dalam menindak angkutan yang tidak memiliki izin trayek.

Selain itu mereka juga merasa ada ketidakadilan karena banyak pengusaha bermodal besar yang membuka usaha angkutan jurusan Kedang dan sama sekali tidak punya izin trayek.

Di lain sisi, pemerintah justru mematikan izin angkutan bus yang sudah lama melayani jurusan Kedang.

Blasius Bala, Sopir Bus Legendaris, menyebutkan selama ini banyak sopir yang merasa ada penindasan dari para pemodal besar terhadap para sopir.

"Bentuk penindasannya itu mereka sudah punya modal besar, punya PT, CV, toko besar, terus mereka datangkan angkutan lagi untuk datang bersaing dengan kami lagi. Sementara kita modal kredit saja dan terpaksa jadi pengusaha hanya karena memang dari dulu profesi kami sopir. Pemerintah juga tidak tegas sekarang," ungkapnya sesal.

Menurut Blasius, akibat dari banyak angkutan tidak berizin itu, banyak sopir yang mengalami kerugian secara ekonomi. Rata-rata mereka hanya mengangkut 5 orang penumpang untuk sekali jalan pulang-pergi Kedang-Lewoleba.

"Kita ini kadang tidak makan lagi karena penghasilan kurang sekali. Makan di warung juga utang," keluhnya.

"Orang kaya ini kan mereka bus jalan saja mereka tetap bayar. Kita ini beli mobil saja pakai kredit. Mereka itu pakai uang. Kita kasi makan istri anak sekarang sudah susah," tambahnya.

Sambut HUT Slank ke-36, SFC Waingapu Gelar Parade Musik

Hadapi Persib, Pelatih Perseru Badak Lampung, Milan Petrovic Tebar Ancaman Bagi Maung Bandung

Mereka menunggu pihak dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Lembata datang bertemu dengan para sopir dan membuat komitmen penertiban angkutan yang tidak punya izin trayek.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved