Begini Kronologi Kasus Keracunan Diduga Akibat Mengkonsumsi Ikan Buntal, 1 Korban Jiwa

satu diantaranya meningg dunia. Sedangkan enam korban lainnya masih dirawat di Puskesmas Kualin.

Begini Kronologi Kasus Keracunan Diduga Akibat Mengkonsumsi Ikan Buntal, 1 Korban Jiwa
tribun
Ikan Buntal, punya racun yang 10 kali lebih berbahaya dari Sianida

Begini Kronologi Lengkap Kasus Keracunan Diduga Akibat Mengkonsumsi Ikan Buntal, Yang Menelan 1 Korban Jiwa

POS-KUPANG.COM|SOE -- Kasus keracunan kembali terjadi di Kabupaten TTS. Jika sebelumnya di desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan digegerkan dengan kasus keracunan akibat mengkonsumsi jas jus ekspayer, Minggu (15/12/2019) warga Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin digegerkan dengan kasus keracunan yang diduga kuat akibat mengkonsumsi ikan buntal.

Dari tujuh orang yang menjadi korban keracunan, satu diantaranya meningg dunia. Sedangkan enam korban lainnya masih dirawat di Puskesmas Kualin.

Korban meninggal atas nama Imanuel Beti (55), sedang korban keracunan yang dirawat di Puskesmas Kualin atas nama, Niklon Kause, Yahuda Aoetpah, Yohanis Taneo, Luter Taopan, Yopsi Aoetpah dan Yorim Banamtuan.

Kronologi kejadian kasus keracunan ini bermula ketika para korban pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WITA pergi ke muara Ela untuk menggergaji kayu yang dibawa ombak ke tepi pantai dekat muara Ela. Untuk mengusir raja cape, para korban diketahui membeli laru lalu mengkonsumsinya di dekat pantai.

Karena merasa lapar, para korban lalu mencari ikan di pinggir pantai dengan cara menyorok.

" Awalnya para korban yang jumlahnya tujuh orang ini konsumsi laru dulu. Lalu mereka cari tolakan ikan. Saat menyorok ikan, para korban mendapatkan ikan yang diduga ikan buntal sekitar 12 ekor," kisah Kades Tuafanu, Yan Boimau kepada pos kupang.com melalui sambungan telepon.

Ikan tersebut lanjut Yan, lalu dibakar para korban sambil dinikmati dengan laru.

Saat asyik mengkonsumsi ikan dan laru, tiba-tiba para korban mulai mengalami gejalah keracunan.
Para korban mulai mengalami muntah-muntah dan sakit kepala yang luar biasa.

" Mereka makan ikan belum habis juga tiba-tiba sudah muntah-muntah," katanya.

Oleh warga setempat yang melihat kejadian tersebut, langsung bergegas menolong korban. Para korban lalu dibawa ke Puskesmas Kualin dengan menumpang mobil pick.

Sayangnya, Imanuel Beti meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas Kualin.

"Korban meninggal langsung dibawa ke rumah duka. Sedangkan yang masih hidup langsung dibawa ke Puskesmas Kualin dengan menumpang mobil pick up," ujarnya.

Komentar Tokoh 212 Novel Bamukmin Soal Ahok BTP Disorot, Ragu eks Veronica Tan Telah Ditahan

Senator Asyiera Wundalero Datangi Poktan dan UKM di Kupang Timur dan Kupang Tengah

Para korban yang dirawat di Puskesmas Kualin menurut Yan, Kondisinya sudah mulai membaik. Para korban sudah bisa diajak berkomunikasi. Sedangkan korban meninggal saat ini disemayamkan di rumah duka.

" Kalau yang dirawat di Puskesmas kondisinya sudah aman pak. Sedangkan yang meninggal saat ini disemayamkan di rumah duka," pungkasnya. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved