Dipercaya Punya Ras Murni, Banyak Wanita Terobsesi Kawin dan Mendapat Keturunan dari Pria Suku Arya
Adolf Hitler yang terobsesi dengan "ras murni" telah membunuh banyak nyawa tak berdosa karena bukan keturunan suku Arya.
Orang-orang Brokpa bangga akan leluhur mereka dan keunikan genetika yang mereka miliki.
Mereka bahkan mempertahankan cara hidup dan keunikan genetis dengan menggunakan sanksi sosial dan aturan yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Komunitas Brokpa terpusat di 4 desa

Menurut para sejarawan, pada 1991, hanya ada sekitar 1.900 Brokpas yang hidup, dan mereka terpusat di 4 desa Ladakh.
Individu-individu ini sangat menonjol dalam ras dan etnis.
Oleh karena itu, mereka adalah komunitas yang erat dan mengasingkan diri secara perlahan dari dunia luar.
Ketika seorang gadis menikah di luar kasta atau kelompok etnis mereka, maka dia tidak diizinkan memasuki desa.
4. Pemerintah melakukan intervensi dan menjadikan desa ini sebagai tempat tujuan wisata

Awalnya, tidak ada orang asing yang boleh memasuki desa-desa ini.
Tapi kemudian pemerintah India melangkah masuk dan membukanya sebagai tempat untuk pariwisata.
Orang-orang yang mengunjungi desa-desa ini penasaran dengan penampilan orang-orang yang tinggal di sini karena mereka memiliki ciri khas yang unik, rambut pirang bermata biru dengan kecerdasan dan nilai-nilai unggul.
5. Banyak wanita tertarik dengan pria di sini untuk mendapat keturunan

Meskipun ini terdengar gila, diyakini bahwa perempuan dari berbagai negara di seluruh dunia datang ke desa ini.
Tujuan mereka tak lain ialah untuk mendapat keturunan dari orang-orang lokal karena mereka dianggap ras Arya murni.
6. Menjadi tempat bisnis
