Lakukan Operasi Pekat, Polres TTU Amankan Tiga Angkot Pengangkut BBM

Polres Timor Tengah Utara (TTU) kembali melakukan operasi pekat. Operasi tersebut dilaksanakan selama 12 hari,

Lakukan Operasi Pekat, Polres TTU Amankan Tiga Angkot Pengangkut BBM
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasat Reskrim Polres TTU AKP. Tatang Prajitno Panjaitan 

Lakukan Operasi Pekat, Polres TTU Amankan Tiga Angkot Pengangkut BBM

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Polres Timor Tengah Utara (TTU) kembali melakukan operasi pekat. Operasi tersebut dilaksanakan selama 12 hari, sejak Senin-Sabtu (2-14/12/2019).

Sasaran operasi tersebut diantaranya narkoba, prostitusi, pratik perjudian, perkelahian antar kampung, undang-undang darurat, petasan, sepeda motor bodong, sepeda motor knalpot racing, curanmor, dan makanan kadaluarsa.

"Jadi operasi pekat ini tidak hanya dilaksanakan di tingkat Polres TTU tetapi juga dilaksanakan hingga ke tingkat Posek," kata Kasat Reskrim Polres TTU AKP Tantang Prajitno Panjaitan saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (5/12/2019).

Tatang mengatakan, dalam melaksanakan operasi pekat tersebut pihak Polsek Miomaffo Timur berhasil mengamankan tiga unit kendaraan yang di dalamnya mengangkut BBM jenis minyak tanah, bensin dan solar.

"Dan sesuai informasi yang diperoleh BBM tersebut rencana akan dibawa ke wilayah perbatasan tepatnya di Napa dan rencananya diselundupkan ke Oecusse," terangnya.

Tatang menambahkan, setelah melakukan pengamanan, pihak Polsek Miomaffo Timur kemudian melimpahkan barang bukti serta tersangka ke Mapolres TTU.

"Saat ini, para tersangka tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres TTU," ujarnya.

Tatang menambahkan, dalam proses pemeriksaan tersebut para tersangka mengaku bahwa barang bukti tersebut akan dibawah ke wilayan Napan dan menjualnya ke penadah yang ada di sana.

Rencananya, ungkap Tatang, penadah tersebut akan menjual BBM ke wilayah Oecusse. Pihaknya masih mendalami siapa pihak yang menjadi penadah serta ke mana barang buktibtersebut dijual.

Atas masalah tersebut, tegas Tatang, tersangka akan dikenai undang-undang nomor 22 tahun 2001. Menurutnya, ada empat jenis perizinan BBM yakni pengelolaan, pengangkutan, penyimpanan, dan perniagaan.

Mari Intip ! Cara Dewi Hughes Sukses Turunkan Berat Badan, Dijamin Bakal Tiru

DKP Nagekeo Adakan Lomba Masak Serba Ikan, Berikut Liputannya!

Anda Suka Minum Kopi ? Simak Soal Waktu Yang Tepat Untuk Menikmatinya

"Kalau para tersangka kita kenai pasal niaga dan pengangkutan, karena tidak punya izin. Mereka hanya menjual ke penampung di Napan dan rencananya akan dijual ke luar. kita akan dalami lagi siapa penampung itu dan ke mana akan dijual," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved