Tergiur Upah Tinggi Perempuan Asal Ende Jadi Korban Perdagangan Manusia

Tergiur upah tinggi Perempuan asal Ende menjadi korban perdagangan manusia

Tergiur Upah Tinggi Perempuan Asal Ende Jadi Korban Perdagangan Manusia
POS-KUPANG.COM/Foto dokumentasi Engeline Esther Santoso
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Dwi Engeline Esther Santoso (kanan), bersama VA dan SA serta petugas dari Kementrian Sosial RI, Kamis (5/12/2019) siang di kompleks Pelabuhan Lorens Say Maumere. 

Tergiur upah tinggi Perempuan asal Ende menjadi korban perdagangan manusia

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Tergiur tawaran upah tinggi menjadi asisten rumah tangga di Kota Jakarta, VA (37) dan SA (30) meninggalkan kampung halaman di Kabupaten Ende, Pulau Flores.

"Mereka kemungkinan direkrut oleh perusahaan yang ilegal. Termakan tawaran mendapat gaji tinggi menjadi asisten rumah tangga. Ternyata mereka kena tipu," Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Dwi Engeline Esther Santoso, S.Psi, M.Psi, Psikolog, kepada pos-kupang.com, Jumat (6/12/2019) di Maumere.

Liput Demo di Politeknik Negeri Kupang, Wartawan Dilarang Liput dan Dipaksa Keluar Gedung

Hari Kamis (5/12/2019) siang, Esther menjemput kedua perempuan di Pelabuhan Lorens Say Maumere diantar petugas Kementrian Sosial RI menggunakan KM Bukit Siguntang. Kamis sore, VA dan SA kembali ke Ende menumpang angkutan travel.

Keberadaan kedua perempuan dikurung di sebuah rumah di Jakarta ditemukan Tim Kementrian Sosial RI melakukan operasi penertiban.

Mahasiswa Tuntut Direktur Politeknik Negeri Kupang Temui Massa Pendemo

"Beruntung waktu itu cepat ditemukan di lokasi penampungan. Merekan mau dipekerjakan di tempat hiburan malam," kata Esther. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved