Tahun Depan BPS NTT Mulai Menghitung Inflasi di Waingapu

sebelum menghitung inflasi terlebih dahulu muncul indeks, inflasi itu perubajan dari Indeks Harga Konsumen.

Tahun Depan BPS NTT Mulai Menghitung Inflasi di Waingapu
POS KUPANG/YENI RACHAMAWATI
Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS NTT, Azis, didampingi moderator Kepala Seksi Desiminasi dan Layanan Statistik, Indra, pada Sosialisasi SP 2020 dan Workshop Wartawan Menuju Satu Data Indonesia di Sotis Hotel Kupang, Kamis (5/12/2019). 

Tahun Depan BPS NTT Mulai Menghitung Inflasi di Waingapu

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Setiap bulan BPS NTT selalu merilis angka inflasi, dengan judul Indeks Harga Konsumen. Karena sebelum menghitung inflasi terlebih dahulu muncul indeks, inflasi itu perubajan dari Indeks Harga Konsumen.

Inflasi adalah perubahan positif indeks harga konsumen. Kalau positif menandakan inflasi artinya naik, sedangkan negatif, deflasi yang menandakan adanya penurunan harga.

Demikian disampaikan pemateri selaku Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS NTT, Azis, didampingi moderator Kepala Seksi Desiminasi dan Layanan Statistik, Indra, pada Sosialisasi SP 2020 dan Workshop Wartawan Menuju Satu Data Indonesia di Sotis Hotel Kupang, Kamis (5/12/2019).

Azis menjelaskan perubahan indeks harga menggambarkan perubahan eceran barang dan jasa secara umum yang diwakili sekelompok atau sekeranjanh barang dan jasa yang memiliki porsi paling besar dan paling penting dalam pengeluaran rumah tangga. Karena yang dikonsumsi oleh rumah tangga biasanya harga eceran. Itulah yang dicatat.

"Kenapa disebut sekeranjang barang dan jasa? Karena berdasarkan hasil survei ada sekitr 2.000 komoditas yang dikonsumsi rumah tangga mulai mau tidur, bangun tidur dan mau tidur lagi. Sekira 2.000 yang mempjnyai proporsi paling besar maka dilakukan pencacahan perubahan harga dari waktu ke waktu. Jika ada perubahan positif, inflasi kalah negatif itu inflasi," tuturnya.

Ia menyebutkan untuk NTT BPS NTT baru menghitung dua kota yaitu kota Kupang dan Kota Maumere. Tahun depan BPS NTT akan menghitung inflasi di kota Waingapu.

BPS NTT mencoba untuk melihat keterwakilan di NTT, dimana pulau besar sudah terwakili.

Mulai dari kota Kupang mewakili daratan Timor, Maumere mewakili daratan Flores, dan Waingapu untuk mewakili daerah Sumba. Jadi proses survei sudah dilakukan, semoga Januari sudah mulai melakukan penghitungan di Waingapu.

NTT sendiri, kata Azis, ada sekira 340 komoditas yang dipantau, seperti sembako, sandang, perumahan, transportasi dan lainnya. Sedangka di Maumere ada sekira 240 komoditas yang dipantau.

Ia menyampaikan inflasi untuk melihat kondisi perekonomian suatu wilayah, biasanya dengan dua indikator yaitu pertumbuhan ekonomi dalam PDRB dan inflasi.

Bila PDRB dihitung setahun sekali, sedangkan inflasi dihitung setiap bulan dan pergerakannya lebih jelas terlihat. Jadi bila ingin menentukan stabilnya ekonomi suatu wilayah dapat dilihat dari inflasi.

Ia menjelaskan ada tiga jenis inflasi. Terdiri inflasi inti yang cenderung menetap yang terbentuk oleh komoditas itu sendiri buka karena faktor luar. Kemudian inflasi yang diatur oleh pemerintah. Misalnya, tarif listrik, harga BBM, tarif PDAM.

Ramalan Zodiak Besok Jumat 6 Desember 2019 Gemini Bisnis Ritel, Cancer Tak Beruntung, Zodiak Lain?

Ini Nama Bacabup dan Bacawabup pada Pilkada Ngada 2020 di DPC Demokrat Ngada

Romo Vikep Bajawa Ingatkan Orang Muda Jangan Sia-Siakan Kesempatan

Selanjutnya inflasi yang bergejolak, dimana harga langsung berubah karena dipengaruhi isu.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved