Lakukan Gebrakan di BUMN, Erick Thohir Sebut Para Pendahulunya, Begini Katanya
Lakukan gebrakan di BUMN, Erick Thohir sebut para pendahulunya, begini katanya
Lakukan gebrakan di BUMN, Erick Thohir sebut para pendahulunya, begini katanya
POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir mengatakan, berbagai gebrakan yang ia lakukan di BUMN merupakan upaya menata tata kelola bisnis perusahaan plat merah dan kementerian yang ia pimpin.
Ia menegaskan, kebijakan yang ia ambil bukan di dasari oleh rasa tidak suka kepada para pendahulunya, para menteri BUMN sebelumnya.
• Pasca Peletakan Batu Pertama Agustus Lalu, Cottages Fatumnasi Baru Bangun Fondasi, Ini Kendalanya
"Jadi, apa yang saya lakukan hari ini, bukan karena tidak suka dengan menteri-menteri BUMN sebelumnya, oh enggak. Justru sekarang ini saya mau merapikan. Dengan cara mengurangi, itu lebih baik," ujarnya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Seperti diketahui, sejak jadi Menteri BUMN pada 27 Oktober 2019, Erick merombak strukturisasi pejabat di Kementerian BUMN yakni dengan memangkas pejabat eselon I.
• Peringati Hari AIDS, Aliansi Remaja Independen NTT Gelar Diskusi Publik
Selain itu Erick juga memutuskan untuk merombak beberapa direksi atau komisaris perusahaan BUMN.
Kini Erick berencana untuk sejumlah anak perusahaan BUMN yang dinilai hanya sebuah pemanis tanpa memberikan kontribusi laba yang besar.
Apalagi Erick mendapakan fakta timpangnya kontribusi BUMN dalam menghasilkan laba. "Toh, dari Rp 210 triliun untung (BUMN), 73 persen, Rp 156 triliun itu hanya (berasal) dari 15 BUMN," ucapnya.
Erick Thohir pun segera akan menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) untuk pembentukan anak perusahaan.
Dengan tujuan menata kembali perusahaan BUMN agar lebih positif. "Ya makanya saya keluarkan Kepmen mengenai pembentukan anak perusahaan. Harus ada alasannya," ujarnya. (Kompas.com/Ade Miranti Karunia)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erick Thohir: Apa yang Saya Lakukan, Bukan karena Tak Suka Menteri Sebelumnya",