Pasca Peletakan Batu Pertama Agustus Lalu, Cottages Fatumnasi Baru Bangun Fondasi, Ini Kendalanya

Pasca Peletakan Batu Pertama Agustus lalu, Cottages Fatumnasi baru bangun fondasi, ini kendalanya

Pasca Peletakan Batu Pertama Agustus Lalu, Cottages Fatumnasi Baru Bangun Fondasi, Ini Kendalanya
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Cottages Fatumnasi baru berupa fondasi 

Pasca Peletakan Batu Pertama Agustus lalu, Cottages Fatumnasi baru bangun fondasi, ini kendalanya

POS-KUPANG.COM | SOE - Pemda NTT memberikan bantuan senilai Rp 1,2 Miliar lebih untuk pembangunan 4 cottages dan satu restoran di kawasan pariwisata Fatumnasi, Kabupaten TTS.

Pasca dilakukan peletakan batu pertama pada 28 Agustus lalu oleh asisten II Setda Provinsi NTT, Samuel Rebo, hingga kini pembangunan cottages baru berupa fondasi dan lubang WC.

Peringati Hari AIDS, Aliansi Remaja Independen NTT Gelar Diskusi Publik

Sedangkan untuk pembangunan restoran, sama sekali belum dilakukan.

Pembangunan cottages dan restoran tersebut dikelolah secara swakelola oleh kelompok sadar wisata, Isu Faenman yang diketuai oleh pemilik lopo mutis, Mateos Anin.

Dari total anggaran yang mencapai Rp 1,2 Miliar lebih tersebut, anggaran senilai Rp 312 juta sudah dicairkan sebagai tahap pertama dan ditransfer langsung ke rekening kelompok Isu Faenman.

Rayakan HUT, Simak Kiprah 25 Tahun Rozali Hussein Bangun Yayasan Tanaoba Lais Manekat

Uang senilai Rp 312 juta tersebut berdasarkan pengakuan Mateos sudah digunakan untuk membeli material bangunan dan membayar upah buruh. Ia mengaku, kesulitan untuk membuat pertanggungjawaban penggunaan dana tahap 1 karena konsultan pengawas jarang ada bersama-sama mereka.

"Kami punya konsultan pengawas yang pertama sudah diganti karena pasca peletakan batu pertama tidak pernah datang lagi. Kami sudah ganti baru, tetapi yang baru alasan masih urus administrasi," ungkap Mateos kepada pos- kupang.com, Kamis (5/12/2019) di area pembangunan cottages.

Ketika ditanya alasan lambatnya pembangunan cottages dan restoran, Mateos menyebut perubahan RAB, gambar dan titik pembangunan cottages menjadi penyebab utama.

Selain itu, bahan tiang kayu yang harus didatangkan dari kota dan masalah kesulitan air membuat pembangunan cottages dan restoran menjadi terhambat.

"Ini titik mau bangun cottages saja ubah tiga kali. Gambar cottages juga berubah dari rumah bulat menjadi persegi. Hal ini berdampak pada perubahan RAB. Belum lagi tiang kayu mereka (Orang Propinsi) maunya pakai mahoni dan jati. Sedangkan kita di sini tidak ada. Makanya harus beli lagi di kota. Kita juga terkendala air yang memang lagi susah," jelas Mateos.

Jika sebelumnya pembangunan cottages dan restoran ditargetkan rampung pada 15 Desember, maka kini, Mateos menargetkan pembangunan fasilitas penunjang pariwisata tersebut baru akan rampung pada Februari 2020 mendatang.

"Pak ini nannti kita addendum sampai Februari baru bisa habis. Saya sudah komunikasi dengan orang propinsi katanya dana tahap II cair pekan depan," sebutnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved