Pemda Manggarai Timur Buatkan Solusi, Guru Honorer Diminta Bersabar

Ruang baca publik akhir akhir ini cukup ramai dengan informasi tambahan penghasilan (Tamsil) guru honorer di Manggarai Timu

Pemda Manggarai Timur Buatkan Solusi, Guru Honorer Diminta Bersabar
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Bupati Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-Ruang baca publik akhir akhir ini cukup ramai dengan informasi tambahan penghasilan (Tamsil) guru honorer di Manggarai Timur (Matim).

Dapat dijelaskan bahwa, pemerintah akan tetap mencari solusi untuk tamsil dua bulan yang belum terbayar untuk guru honorer di Matim, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Guru guru honorer dimohon untuk bersabar dan mengikuti proses yang ada sambil menanti kepastian solusi selanjutnya terkait tamsil 2 bulan yang kurang di tahun anggaran 2019.

Bupati Matim, Agas Andreas, S.H, M.Hum melalui Kabag Humas, Aleks Rahman kepada POS-KUPANG.COM di Borong, Selasa (3/12/2019) pagi menjelaskan, Pemkab Matim bertekad akan tetap mencari solusi terbaik walau hingga masuk tahun anggaran 2020 mendatang.

Untuk diketahui, guru honor di Matim direkrut oleh pihak sekolah sendiri dan mendapat gaji pokok dari sekolah itu sendiri.

Polres Manggarai Ungkap Perjudian Kupon Putih di Tempat Biliard, Kronologi

Aleks mengatakan, data 2019 yang ada, guru honor dari sekolah Negeri maupun sekolah swasta dari semua jenjang (TK, SD, dan SMP) di Matim sejumlah 3144. Yang mengikuti seleksi dan memenuhi standar kualifikasi akademik berdasarkn permendiknas no 16 tahun 2007, serta pertimbangan analisis kebutuhun guru di tingkat SD, SMP negeri di kabupaten Matim berjumlah 2.183 guru

"Dari 2.183 guru honor berdasarkan analisis kebutuhan di tingkat SD dan SMP di sekolah negeri, yang baru tercover anggaran insentif sesuai kondisi keuangan daerah dengan baru 928 orang guru pada DPA induk dinas P dan K tahun 2019.
Jumlah ini masih mengacu anggaran bawaaan tahun anggaran sebelumnya atau tahun anggaran 2018 dengan besaran Rp 750 ribu per bulan. Sedangkan 543 guru dari 962 guru yang mengabdi disekolah swasta dibantu dengan nomenklatur dana hibah dengan besaran 500 ribu per bulan. Hal ini sesuai dengan kondisi keuangan daerah," papar Aleks.

Memasuki tahun anggaran 2019, ujar Aleks, pembayaran guru insentif bagi guru honor di sekolah Negeri mengalami pergeseran perubahan penjabaran dengan alokasi awal hanya 928 guru, namun dinaikn jumlah penerima menjadi 1.942 orang guru, dengan tujuan akan dilakukan penyesuaian secara merata soal penghasilan tambahan bagi guru
dan selanjutnya diberi insentif sesuai kondisi keuangan daerah untuk lima bulan pertama tahun anggaran 2019 terhitung dari bulan januari sampai bulan mei tahun 2019 dengan besaran 750 ribu per bulan.

"Sedangkan untuk 7 bulan berikutnya terhitung dari bulan juni hingga desember tahun anggaran berjalan, akan dianggarkan di APBD perubahan, dengan tujuan akan dilakukan penyesuaian secara merata soal penghasilan tambahan bagi guru honor di negeri dan swasta serta penataan kembali keadaan guru disemua jenjang sekolah sesuai kebutuhan dan syarat kualifikasi dengan tes terbuka," papar Aleks.

Ia mengungkapkan, hasil ujian langsung diumumkan dalam bentuk lembaran hasil tes di Dinas P dan K setempat. Rencana ini ternyata tidak didukung oleh kondisi keuangan daerah.

"Besaran anggaran yang diajukan untuk membiayai jata 7 bulan tamsil bagi 1942 orang guru tidak terwujud, sehingga Pemda Matim melalui dinas P dan K mengambil kebijakan dengan cara pengurangan jumlah bulan menjadi 5 bulan, terhitung dari bulan agustus hingga desember dan jumlah angka uang pembayaran Tamsil sebesar 500 ribu kepada guru dimaksud.
Kebijakan ini semata mata akibat kondisi keuangan daerah. Penambahan jumlah guru penerima Tamsil ini hakekatnya dilakukan secara bertahap, sehingga semua guru honor nantinya akan tercover dengan anggaran Tamsil non PNS," tutur Aleks.

Pemda menyampaikan terimakasih kepada para guru yang telah bekerja dengan tulus dan iklas. Pemda Matim menyampaikan permohonan maaf atas kondisi ini.

Pemda Matim meminta para guru jangan terprofokasi. Mohon tetap fokus dengan kerja, agar semua berjalan dengan baik dan aman.(ris)

n

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved