Ketua GNPF Tantang Pemerintah,Sebut Ikut Andil Cekal Rizieq Shihab,Arab Saudi Justru Lindungi Rizieq

Ketua GNPF Tantang Pemerintah, Sebut Ikut Andil Cekal Rizieq Shihab, Arab Saudi Justru Lindungi Rizieq

Editor: Alfred Dama
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Yusuf Muhammad Martak (dua dari kiri) dalam konferensi pers di Grand Cempaka, Jakarta, Minggu (16/9/2018). 

Ketua GNPF Tantang Pemerintah, Sebut Ikut Andil Cekal Rizieq Shihab, Arab Saudi Justru Lindungi Rizieq

POS KUPANG.COM -- Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Martak meminta pemerintah bersikap terbuka terhadap kasus pencekalan Rizieq Shihab.

Yusuf Martak meyakini pemerintah Indonesia memiliki andil dalam pencekalan petinggi Front Pembela Islam (FPI) itu.

Dilansir TribunWow.com,  dari tayangan YouTube Talk Show tvOne, Senin (2/12/2019), Yusuf Martak lantas menyebut Rizieq Shihab selama ini justru dilindungi oleh pemerintah Arab Saudi.

Mulanya, Yusuf Martak menyinggung pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) terdahulu serta Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko.

Disebutnya, sikap Moeldoko dalam menanggapi kasus Rizieq Shihab sangat kelewatan.

"Kan dari Menko Polhukam yang pertama juga sama tidak tahu masalah, Pak Moeldoko pernah juga mengatakan 'Kalau enggak punya uang saya akan belikan tiket', itu kan sudah kelewatan" ujar dia.

Ia pun menyinggung nama Menko Polhukam Mahfud MD

Ketua FPI, Habib Rizieq Shihab dikabarkan akan segera dipulangkan sebelum Reuni Akbar 212
Ketua FPI, Habib Rizieq Shihab dikabarkan akan segera dipulangkan sebelum Reuni Akbar 212 ((TRIBUNJABAR/GANI KURNIAWAN))

"Sekarang Menko Polhukam Pak Mahfud MD kasihan enggak tahu masalah," ujar Yusuf.

"Menlu (Menteri Luar Negeri) waktu diajak sama Komisi 1 (DPR RI) kalau tidak salah tidak mau rapat terbuka, minta tertutup," sambungnya.

Ia pun menilai adanya perbedaan perlakuan pemerintah pada Rizieq Shihab

"Apa isi rapat tertutupnya? Akan minta waktu satu bulan untuk mengetahui permasalahan," jelas dia.

"Itu kan hal yang naif sekali, tidak akan mungkin ada permasalahan yang tidak ditangani oleh menlu apabila terjadi anak bangsa berada di negara orang."

Lantas, Yusuf mengimbau pemerintah agar lebih terbuka dalam kasus ini.

 Ia bahkan meminta pemerintah mengungkap ketidaksukaan pada Rizieq Shihab.

"Sampai kapan ini dibuat begini terus?," tanya Yusuf.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved