Dipo Nusantara Pua Upa Minta Jadikan Flores, Lembata dan Alor Laboratorium Empat Pilar Kebangsaan

Flores, Lembata dan Alor harus dijadikan laboratoium dan role model dalam penerapan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Dipo Nusantara Pua Upa Minta Jadikan Flores, Lembata dan Alor Laboratorium Empat Pilar Kebangsaan
Istimewa
Dipo Nusantara saat sosialisasi di Bajawa. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota DPR RI/MPR RI dariDapil NTT-1, NM Dipo Nusantara PuaUpa, S.H, M.Kn. meminta agar ke depan MPR menjadikan daerah di Flores, Lembata dan Alor sebagai laboratoriumd an role model penerapan Empat Pilar Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Indonesia.

"Flores, Lembata dan Alor harus dijadikan laboratoium dan role model dalam penerapan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara," papar Dipo Nusantara Pua Upa, sesuai rilis yang diterima Pos Kupang, Sabtu (30/11/2019).

Dipo menggelar Sosialisasi Empat Pilar Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang dihadiri 170 peserta di Hotel New Bintang Bajawa, Sabtu (30/11/2019).

Alasan Dipo, karena dia melihat nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat di Flores, Lembata dan Alor adalah nilai-nilai yang selama ini menjadi perekat dan kerukunan dalam berbangsa dan bernegara.

"Disini saya merasakan sekali rasa kekeluargaan, gotong royong, saling tolong-menolong di dalam kehidupan masyarakatnya. Dan hal ini tidak saja terjadi dalam keluarga dan masyarakat adatnya, tetapi juga dalam kehidupan beragama," ungkap Dipo.

Dipo mencontohkan saat umat Islam di Kecamatan Nangaroro, Kabuaten Nagekeo membangun masjid di yang bertetangga dengan Dipo Center.

"Itu yang datang malah banyaksaudara-saudara kita yang Katholik yang membantu mengangkat campuran semen untuk lantai dua," ungkap Dipo.

Demikian pula ketika malam Natal dan Tahun Baru, anak-anak muda di Flores, Lembata dan Alor yang tergabung dalam remaja masjid atau di GP Ansor dan Banser, justru mengamankan gereja saat umat misa.

"Masyarakatnya memiliki sifat gotong royong yang sangat tinggi. Sifat masyarakat yang sangat mendasar dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dan itu saya melihat hampir di seluruh tempat di NTT. Seperti di Kupang," ungkap Dipo.

Menyinggung sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Dipo mengingatkan bahwa kehidupan bangsa Indonesia akan semakin kukuh, apabila segenap komponen bangsa, selain memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

"Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara ini harus kita jaga, kita pahami, kita hayati, dan kita laksanakan dalam pranata kehidupan kita sehari-hari. Sehingga kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa ini yakni rakyat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," papar Dipo.

Dipo juga mengingatkan, banyak negara di dunia yang tercerai-berai karena munculnya radikalisme dan kelompok separatisme di dalam masyarakatnya. Indonesia pun, menurutnya, akan mengalami nasib yang sama, menjadi negara yang tercerai-berai, jika kita tidak secara dini menekan munculnya kelompok radikal dan separatis di negeri ini.

"Sosialisasi Empat Pilar ini merupakan bagian dari upaya kita agar Indonesia tidak tercerai-berai," ujarnya. *

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved