Rumah Musik Siloam: Tak Ada Penonton, Kita Ciptakan Panggung Sendiri

Kalau kita menunggu kapan orang mengundang kita baru kita menyanyi, kita tidak akan jadi besar. Rumah musik harus menciptakan panggung sendiri.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/FRANSISKA MARIANA
Suasana Live Music Perdana Rumah Musik Siloam di halaman depan Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/11/2019) 

Rumah Musik Siloam:  Tak Ada Penonton, Kita Ciptakan Panggung Sendiri

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Suasana ramai terlihat di halaman depan Kantor Gubernur NTT. Lantunan piano mengiringi kumpulan anak-anak yang sedang menyanyikan lagu Karena Cinta miliknya Joy Tobing. Di tengah-tengah mereka berdiri seorang perempuan berbaju merah yang tampak sesekali bernyanyi menggunakan mikrofon menemani anak-anak.

Dialah Aki Kalla, Direktur Rumah Musik Siloam bersama anak-anak binaannya.

"Kalau kita menunggu kapan orang mengundang kita baru kita menyanyi, kita tidak akan jadi besar. Rumah musik harus menciptakan panggung sendiri. Orang mau menonton atau tidak, itu bukan urusan," ungkap Aki bersemangat.

Aki yang sudah malang-melintang di dunia tarik suara ini menjelaskan bahwa acara live music yang dilakukan sekarang adalah bentuk pendidikan yang baru kepada anak-anak agar mereka memahami bahwa menyanyi itu bisa dilakukan tidak hanya di dalam ruangan tapi bisa dimana saja. Mental anak-anak pun akan terasah.

"Tidak ada seorang pun yang menjadi besar tanpa sebuah proses. Dan proses kita mulai dari sekarang. Kita tidak tahu 10 tahun ke depan anak-anak kita jadi penyanyi atau jadi apa. Di rumah musik kita belajar banyak hal," lanjut perempuan yang bernama lengkap Adriana Bunna Kalla, SE.

Aki pun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang mendukung segala usaha di bidang seni, terutama untuk Rumah Musik Siloam.

Gubernur memberi dukungan dalam bentuk fasilitas dan dana agar Rumah Musik Siloam mampu membesarkan anak-anak menjadi seniman-seniman NTT.

Menurut Aki, gubernur pun berharap agar NTT dapat menjadi kota seni. Ia pun termotivasi dan segera melakukan yang dipesankan oleh gubernur tersebut.

"Kami pesan pada anak-anak bahwa ciptakan panggung sendiri. Kami bernyanyi dimana saja, kami bermain musik dimana saja karena kami seniman," tandas Aki.

Berkaitan dengan Andmesh Kamaleng yang mendapatkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI), Aki merasa senang, namun juga memberi banyak pertimbangan.

Menurutnya, keberhasilan Andmesh tidak boleh membuat semua pihak tertidur atau cukup berbangga diri saja.

"Ini menjadi tantangan bagi kita. Siapapun kita, seniman, mari sudah kita bergerak. Setelah Andmesh, ada siapa lagi? Setelah pencipta lagu terbaik itu dan pemenang lagu terbaik itu, siapa lagi? Itulah yang menjadi motivasi kami di Rumah Musik Siloam untuk bergerak. Rumah musik sendiri membuka hati bagi semua teman-teman seniman baik yang senior, seumuran dengan saya, atau yang baru ada, mari kita bergandengan tangan, kita ciptakan anak-anak sekarang. Inilah harapan dan semangat yang sedang saya gumuli," ungkap Aki penuh harap.

Perempuan bersuara merdu ini pun memberi pesan bagi Andmesh agar tetap memberi motivasi kepada adik-adik dan orang muda di Kota Kupang.

"Andmesh jangan terus di Jakarta. Kalau ada waktu, Andmesh harus pulang ke Kupang. Andmesh juga jangan menunggu kapan ada panggung. Kalau ada waktu luang Andmesh pulamg dan mungkin bisa jadi mentor di rumah musik. Andmesh bisa menyanyi dimana saja, di sana Andmesh sampaikan apa yang menjadi kekuatan bagi anak-anak NTT," pungkas Aki.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved