Jadi Komisaris Utama Pertamina, Banjir Karangan Bunga di Kantor Baru Ahok, Simak Info

Puluhan karangan bunga membanjiri kantor pusat PT Pertamina (Persero), Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11).

Editor: Ferry Ndoen
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menerima SK sebagai Komisaris Utama Pertamina, di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). 

Selama Nicke berpidato, Ahok terlihat serius dan sesekali tersenyum.

Nicke awalnya menjelaskan terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri yang masih dipenuhi impor.

"Sejujurnya, kami masih harus sebagian impor karena belum mampu mencukupi kebutuhan sendiri," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Nicke juga menyinggung mengenai infrastruktur minyak nasional dan kebutuhan energi untuk 70 ribu desa di Indonesia yang belum terjangkau.

Nicke juga menuturkan kebijakan BBM Satu Harga sedang diterapkan. Tetapi, itu pun belum menyeluruh ke wilayah-wilayah di Indonesia.

Lanjut Nicke, penerimaan sumber energi. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan target bauran energi sebesar 23 persen dari energi terbarukan.

Pemerintah sudah melangsungkan kebijakan pencampuran minyak nabati pada BBM alias biodiesel. Namun, itu pun belum cukup. Begitu pula dengan penggunaan energi dan panas bumi lainnya.

"Artinya, kita harus mencari sumber energi terbarukan. Kita lihat CPO terdapat banyak di Sumatera, maka perlu bangun bio refinery di sana. Lalu, batu bara di Sumatera Selatan, maka bangun coal grasifikasi di sana," ujar Nicke.

                    Diminta diam

Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari mengkritik ucapan Ahok saat hari pertamanya menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina. Candaan Ahok tersebut membuat Qodari khawatir.

Qodari bahkan meminta agar Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina cukup bekerja saja, tanpa harus bicara.

Ia menilai bahwa kekuatan Ahok selama ini adalah kemampuannya. Qodari berkaca pada peristiwa tahun 2017 silam soal kasus penodaan agama yang menjerat Ahok.

"Menurut saya memang Ahok sekali lagi punya kelemahan yaitu di dalam komunikasi politik," terang Qodari.

"Dan saya hari ini sudah mulai khawatir karena ternyata Ahok melayani proses door stop ya, beberapa kali kedengaran seolah-olah Ahok menghindari pertanyaan," tambah Qodari. (Tribun Network/suf/mal/wly)

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menerima SK sebagai Komisaris Utama Pertamina, di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menerima SK sebagai Komisaris Utama Pertamina, di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). (TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA)
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved