PLN Segel TPI Labuan Bajo

BREAKING NEWS : Listrik di TPI Baru Labuan Bajo Disegel PLN

Layanan listrik PLN di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) baru Kampung Ujung Labuan Bajo disegel oleh PLN karena belum bayar.

BREAKING NEWS : Listrik di TPI Baru Labuan Bajo Disegel PLN
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Suasana di TPI Kampung Ujung Labuan Bajo, Rabu (27/11/2019). 

BREAKING NEWS : Listrik di TPI Baru Labuan Bajo Disegel PLN

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Layanan listrik PLN di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) baru Kampung Ujung Labuan Bajo disegel oleh PLN karena belum bayar.

Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Labuan Bajo, Dwi Ayu Puspita Ningtyas, saat dikonfirmasi POS--KUPANG.COM, Rabu (27/11/2019) membenarkan itu.

Penyegelan sudah dilakukan sejak kemarin Hari Selasa (26/11/2019).

"Penyegelan dilakukan kemarin karena belum bayar. Seharusnya dibayar tanggal 20 setiap bulan," kata Dwi.

Disampaikannya, TPI merupakan salah satu pelanggan potensi mereka.

Di setiap kios pada TPI itu ada pengukur KWH yang ditangani oleh Dinas Perikanan dan Kelautan.

Menurutnya, PLN sudah memberitahu ke petugas Dinas Perikanan dan Kelautan tentang cara pencatatan pengukuran KWH di setiap kios itu terkait penghitungan pemakaian dan biaya yang harus dibayar.

BREAKING NEWS ; Seorang Ayah di TTU Diduga Aniaya Anak Kandung Hingga Luka Sobek Kepala

"Pengukuran KWH per kios itu bukan tugasnya PLN, kecuali pengukuran per pelanggan. Kami sudah ajar ke petugas dari dinas," kata Dwi.

PLN kata dia tidak pernah melakukan pencatatan pengukuran KWH per kios karena merupakan kewenangan dinas.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mabar Yeremias Ontong, menyampaikan akan membayar tagihan tersebut pada Rabu itu.

"Kesulitan kami tidak bisa menghitung pemakaian di setiap kios. Kami meminta bantuan PLN untuk menghitungnya. Lalu PLN meminta kami untuk mencatat penggunaan alat elektronik di setiap kios dan kami lakukan serta sudah disampaikan ke PLN. Mereka belum mengirim ke kami rincian tagihan per kios ternyata langsung segel," kata Yeremias, Rabu pagi.

Angin Kencang Porakporandakan 10 Rumah Warga di Sumba Timur

Batu Nisan Raja Pejuang Integrasi Merah Putih Disimpan di Tenda Darurat di Belu

Jumlah tagihan yang harus dibayar kata dia Rp 41 juta dan dendanya sekitar Rp 4 juta.
(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus).

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved