Pekka Buka Kebun Kapas di Lembata

Center Keru Baki Perempuan Kepala Keluarga ( Pekka) membuka kebun kapas di Kabupaten Lembata

Pekka Buka Kebun Kapas di Lembata
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Anak-anak sedang mengikuti perlombaan memintal benang dalam Festival Budaya Anak di Center Keru Baki Pekka, Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata beberapa waktu lalu. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Center Keru Baki Perempuan Kepala Keluarga ( Pekka) membuka kebun kapas di lahan seluas 15 hektare yang berada di Desa Lamawara, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.

Kebun kapas pertama di Kabupaten Lembata ini akan dikelola oleh para pemuda Karang Taruna Desa Lamawara dan Ibu-ibu yang bernaung di bawah Center Keru Baki Pekka Lembata.

Fasilitator lapangan Program Pekka NTT, Bernadete Langobelen, mengatakan pada mulanya akan dibuka plasma 15 hektare kebun kapas dan program ini mendapat dukungan seorang Investor dari Jawa Tengah.

Perpanjangan Pendaftaran CPNS, Pemkab Manggarai Barat Belum Dapat Informasi Resmi

"Dia (investor) beri support. Dia hanya sebatas memberi support dana. Benih kita punya tapi nanti Pekka beli setelah itu Pekka yang buat pembibitan dikasi ke karang taruna. Karang taruna jadi pengelola utama," kata Bernadete, Selasa (26/11/2019).

Rencananya hujan pertama pada November bulan ini mereka sudah harus menanam bibit kapas tersebut.

Latar belakang dibukanya kebun kapas ini, kata Bernadete, Ibu-ibu di wilayah Kecamatan ile Ape sering menenun tetapi bahan baku kapasnya diambil dari luar.

KPID NTT Mulai Bekerja, Yosef Kolo Dipercayakan Jadi Ketua

"Mereka tenun tapi masih sangat terbatas. Sekarang banyak pohon kapas orang sudah tebang. Sementara sekarang kapas itu pasaran untuk tenun. Ada kapal dari luar negeri berlabuh di desa Napasabok untuk ambil tenun. Tapi stok kapas tidak ada," katanya.

Dia berharap dengan adanya kebun kapas nanti akan ada juga mesin produksi berskala kecil.
"Mudah-mudahan ada mesin produksi tapi kalau tidak pilin biasa," ungkapnya.

Hasil produksi dari kebun kapas itu, sebagian digunakan untuk internal Pekka dan sebagian lagi untuk dijual keluar. "Ada lembaga yang siap beli. Paling kurang ini kebun kapas pertama di Lembata."

Dia menambahkan sampai saat ini, anak-anak sekolah juga sudah mulai memilin kapas menjadi benang. Pada setiap hari Kamis dan Jumat anak sekolah dari SMP Ile Lewotolok datang ke Center Pekka untuk memilin benang karena keterampilan itu masuk dalam mata pelajaran muatan lokal (Mulok).

"Pembersihan lahan sampai pemeliharaan lahan itu karang taruna. Pembayaran melalui Pekka termasuk upah pekerja. Di kebun kapas juga kita akan coba untuk beberapa serat jadi benang termasuk dari batang waru dan tumbuhan lokal di sini," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved