Rasio Elektifikasi NTT Capai 84,68 Persen

Rasio Elektrifikasi NTT dengan target pencapaian pada tahun 2019 sebesar 90 persen, sementara pencapaian RE pada bulan Oktober mencapai 84,68 persen

Editor: Hermina Pello
foto/PK/Vinsen Huller
Kabag Ekonomi Biro Ekonomi Kerjasama Urbanus Mahaklory, SH. M.Si ( ditengah ) diapiti oleh pemateri Kabid Kelistrikan Dinas ESDM, Herman Y.B. Wea, ST ( sebelah kiri ) dan Manager Sub Bidang Perencanaan Sistem PLN UIW NTT, Albertus Koko pada saat menggelar FGD , Rabu, ( 20/11/2019) di Aula Hotel Sasando, Jl. RA. Kartini No.1, Kelapa Lima, Kupang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Rasio Elektrifikasi ( RE ) Provinsi NTT dengan target pencapaian pada tahun 2019 sebesar 90 persen, sementara pencapaian RE pada bulan Oktober mencapai 84,68 persen

"Upaya meningkatkan rasio elektrifikasi melalui percepatan pembangunan infrastruktur serta memberikan bantuan pemasangan meteran gratis bagi masyarakat tidak mampu," kata' Kabid Kelistrikan Dinas ESDM Provinsi NTT, Hermanus Y.B Wea pada acara Fokus Group Discussion ( FGD ) dan Rapat Bersama Stakeholder Tingkat Provinsi guna mengatasi kebutuhan listrik di NTT, Rabu (20/11/2019) di Hotel Sasando.

Hermanus dalam pemaparannya dengan judul Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Alternatif di Provinsi NTT, mengungkapkan, beberapa tantangan yang dihadapi Pemerintah Provinsi NTT antara lain, ketergantungan kepada BBM, kecilnya rasio elektrifikasi, minimnya akses jalan menuju daerah atau desa terpencil, mahalnya akses menuju pulau-pulau kecil berpenghuni dan minimnya anggaran pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan (EBT).

Hermanus mengungkapkan, dengan merujuk PP No.79 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional, maka prioritas pengembangan energi dilakukan melalui dengan mempertimbangkan keseimbangan ekonomi energi.

Tidak Mampu Bayar Sesuai UMK, Perusahaan Bisa Ajukan Surang Penangguhan

"Keamanan pasokan energi dan pelestarian fungsi lingkungan hidup," ujarnya.

Kedua, prioritaskan penyediaan energi bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap energi listrik, gas rumah tangga dan energi untuk transportasi, industri dan pertanian.

Ketiga, lanjutnya, pengembangan energi dengan mengutamakan sumber daya energi setempat.

Keempat, pengembangan energi dan sumber daya energi diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Kelima, pengembangan industri dengan kebutuhan energi tinggi diprioritaskan di daerah yang kaya sumber daya energi.

Manager Sub Bidang Perencanaan Sistem PLN UIW NTT, Albertus Koko dalam pemaparannya mengungkapkan PLN UIW NTT mengelola 17 sistem kelistrikan yang tersebar di wilayah NTT dam kondisi seluruh sistem kelistrikan UIW NTT tidak mengalami defisit daya.

Menurutnya masih ada sekitar 3800 desa lagi yang belum ada listrik dan itu menjadi tanggung jawab tahun 2020 dengan target 600 desa penyambungan listrik sehingga di tahun 2020 mencapai bisa 100 persen. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COm, Vincen Huler)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved