Bupati Lembata Serahkan Hadiah Bagi Para Juara Festival Paralayang
kejuaraan paralayang di spot paralayang yang dibangun Pemerintah Kabupaten Lembata di Bukit Cinta.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Bupati Lembata Serahkan Hadiah Bagi Para Juara Festival Paralayang
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, menyerahkan piagam penghargaan serta uang pembinaan kepada para atlet paralayang yang berkompetesi pada Tiga Kategori di Bukit Cinta, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (16/11/2019)
Sebanyak 28 atlet Paralayang dari berbagai daerah di Indonesia, sejak 15 hingga 17 November 2019, menggelar festival Paragliding, sambil memperlombakan berbagai kejuaraan paralayang di spot paralayang yang dibangun Pemerintah Kabupaten Lembata di Bukit Cinta.
Spot paralayang itu tidak sekedar menjadi lokasi paralayang, namun menyajikan pemandangan perbukitan, laut dan gunung yang dapat menjadi daya pikat bagi wisatawan.
Pada Kategori Junior Putera, Juara III, diraih oleh Rizal J. Muhrom, atlet paralayang dari Jawa Barat, Juara II, diraih oleh Aliph Wafa, Asal Jawa Timur, dan Juara I diraih oleh Ricky Dwi Harianto, Atlet asal Jawa Timur.
Pada kategori Overall Putri, Juara tiga diraih Langking Ayu Pratiwi, atlet asal Bali, Juara II diraih oleh Adinda Puspita Kusmadani, Atlet asal Jawa Tengah, Juara I diraih oleh Erika Yolanda Putri,
Kategori Senior Putra, juara III, diraih Nurman asal Jawa Barat, Juara II, diraih Barru Junio Robani, asal Jawa Barat, Juara I diraih Thomas Widyananto asal Jawa Tengah.
Joko Bisowarno, Ketua Pokdirga Paragliding Indonesia (PGPI), dalam kesempatan penyerahan piagam bagi para juara, mengatakan, kegiatan ini juga menginspirasi bagi pembangunan lokasi terjun Paralayang di Lembata.
Saat ini, paralayang sudah menjadi industri wisata dirgantra. Di Daerah Puncak Bogor, Bali, Batu-Malang, paralayang telah meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Dia berharap event ini bisa menjadi industri di Lembata dan membantu menumbuhkan ekonomi di Lembata juga.
"Atlet asing sangat senang bertanding dengan paralayang asal Indonesia. Tujuan paralayang di dunia, pesan parasut asal Indonesia, harapan salah satunya di Indonesia, festival ini menguji bisa terbang, landing kecil, samsul bahari, landing olahraga gantole, 4 instruktur bisa bantu menata pembangunan," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, mengakui Venue paralayang yang baru dibangun berangkat dari ketidaktahuan pemerintah.
“Kekurangaan take off dan landing akan segera dibenahi. Pariwisata kita jadi leading. Lomba benaran, kita lihat apakah dapat menjadi lokomotif mendorong peningkatan ekonomi warga Lembata."
Sementara itu, guna menjawab harapan sejumlah atlet paralayang tentang adanya bibit atlit paralayang asal Lembata, Bupati Sunur menjelaskan, Kementerian Pariwisata RI, juga berencana tahun depan akan membantu memberikan pelatihan paralayang untuk warga Lembata dan para calon atlet asal Lembata.
“Kehadiran kalian, memotivasi anak anak Lembata tentang aerosport. Memang sesuatu yang baru, tetapi pemerintah punya keberanian, ya udah ini wisata minat kusus, yang datang ke sini orang orang luar biasa, ini orang orang yang bisa terbang, hanya ada malaikat dan Suanggi yang bisa terbang di Lembata. Saya mewakili Masyarakat Lembata, menyampaikan terimakasih banyak atas kehadiran para atlit paralayang ke Lembata,” ujar Bupati Sunur di hadapan para atlet.
Bupati Sunur, menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lembata baru sanggup menyediakan anggaran 20 Juta Rupiah bagi para Juara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suasana-lomba-paralayang.jpg)