Rabu, 22 April 2026

Sebulan SD Inpres Nunfutu Dua Kali Dihantam Bencana Angin Puting Beliung

Dalam Sebulan SD Inpres Nunfutu Dua Kali Dihantam Bencana Angin Puting Beliung

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Tiga ruang kelas SD Inpres Nunfutu yang atapnya rusak akibat dihantam angin puting beliung 

Dalam Sebulan SD Inpres Nunfutu Dua Kali Dihantam Bencana Angin Puting Beliung

POS-KUPANG.COM | SOE - Gedung SD Inpres Nunfutu yang terletak di Desa Elo, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten TTS, dalam kurun waktu kurang dari sebulan (20 hari) dihantam dua angin puting beliung.

Bencana angin puting beliung pertama kali menghantam sekolah tersebut pada 25 Oktober 2019 sekitar pukul 10.00 WITA. Angin puting yang datang tiba-tiba mengangkat atap dua ruang kelas, yaitu ruang kelas 1 dan kelas 2. Beruntung, saat kejadian, anak-kelas 1 dan kelas 2 sudah dipulangkan terlebih dahulu.

Setiap Jumat Warga SMAN 5 Kota Kupang Olahraga Sambil Pungut Sampah di Jalan dan Pasar

Kejadian kedua, terjadi pada Kamis (14/11/2019) pagi sekitar pukul 10.00 WITA. Awalnya, para siswa dan guru mendengar suara gemuru angin yang sangat kencang.

Mendengar suara gemuru angin yang sangat kuat, para guru berinisiatif untuk mengarahkan para murid keluar dari ruang kelas dan berkumpul di lapangan upacara.

Bangun 20 Rumah Layak Huni, Pemda Ngada Terima Kasih Kepada TNI Kodim 1625/Ngada

Tak sampai lima menit setelah para siswa berkumpul di lapangan upacara, angin puting beliung pun datang dan mengangkat atap bangunan ruangan yang biasa digunakan untuk mata pelajaran agama Islam.

"Benar, sekolah kami belum sampai satu bulan sudah dua kali dihantam angin puting beliung. Tiga atap ruang kelas kita rusak berat akibat dihantam angin puting beliung," ungkap Kepala Sekolah SD Inpres Nunfutu, Aplonia Y.F Hajong kepada pos kupang.com, Jumat (15/11/2019) sore melalui sambungan telepon.

Akibat rusaknya tiga bangunan ruang tersebut lanjut Aplonia, siswa kelas 1 dan kelas 2 harus saling bergantian menggunakan ruang kelas dengan kelas 3 dan kelas 4.

Kelas 3 dan kelas 4. Kelas 1 dan kelas 2 sekolah pagi dan kelas 3 dan kelas 4 sekolah siang. Namun hal ini kurang efektif dari segi proses KBM.

Oleh sebab itu, dirinya berharap Pemda TTS bisa secepatnya memberikan bantuan guna memperbaiki tiga ruang tersebut.

" Kami sudah lapor ke Pemda terkait bencana angin puting beliung yang kami alami. Tetapi hingga saat ini belum ada bantuan yang kami terima," ujarnya.

Aplonia menyebutkan, jika desa Elo memang rawan terjadi bencana. Sebelumnya, di desa tersebut, sempat terjadi bencana gempa dan angin puting beliung, sebelum angin puting yang melanda pada tanggal 25 Oktober dan 14 November lalu.

" Menurut cerita masyarakat, dulu pernah terjadi gempa yang membuat lokasi sekolah pindah ke lokasi yang sekarang. Saat pindah ke lokasi baru, saat bangunan masih darurat juga dihantam angin puting beliung. Terakhir dihantam bencana pada tanggal 14 November lalu," katanya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved