Kamis, 16 April 2026

Dirjen Bimas Kristen Protestan Kementerian Agama Sebut PGI Mitra Kritis Pemerintah

MPH PGI periode 2019-2024 dalam tugasnya, khususnya mengimplementasikan Dokumen Keesaan Gereja (DKG) dalam kehidupan gereja di Indonesia dapat mengamb

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Pengurus MPH, BPP dan MP-PGI Masa Bhakti 2019-2024 saat dilantik. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU--MPH PGI periode 2019-2024 dalam tugasnya, khususnya mengimplementasikan Dokumen Keesaan Gereja (DKG) dalam kehidupan gereja di Indonesia dapat mengambil posisi sebagai mitra strategi/sinergi tapi juga mitra kritis bagi pemerintah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Thomas Penturi, Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam sambutan di penutupan Sidang Raya XVII PGI, di Gedung Pdt. Hapu Mbay, Rabu (13/11/2019) malam dalam rilis yang dikirim Humas PGI Irma Riana Simanjuntak kepada POS-KUPANG. COM, Kamis (14/11/2019) pagi.

Dikatakan Thomas, tantangan baru bagi PGI dalam kehidupan bergereja yaitu bagaimana menempatkan perspektif regulatif, yaitu menjadi perspektif baru bagi PGI, yaitu pemikiran-pemikiran terkait dengan regulasi yang mengatur kehidupan umat di Indonesia.

Pemberlakuan Persyaratan Khusus Anak Asli Daerah Mendapat Dukungan DPRD TTS

'PGI tidak sebatas sebagai pemadam kebakaran saja dari proses yang terjadi di lingkungan, tapi PGI harus mengambil peran yang sama untuk memberi masukan-masukan penting untuk pengembangan regulasi tata gereja, dan kehidupan gereja. Dan itu harus diambil juga di tengah-tengah perubahan masyarakat yang begitu cepat,"katanya.

PGI, lanjut Thomas, diharapkan terus memberi masukan dan kritik-kritik penting bagi pemerintah bahwa kehidupan agama bisa terus dijaga dan dibangun.

Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali mewakili pemerintah daerah, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh PGI atas terselenggaranya sidang raya itu.

'Ini merupakan kebanggaan bagi warga masyarakat, gereja dan pemerintah daerah atas kepercayaan ini. Atas kepercayaan ini, atas kedatangan dari berbagai peserta seluruh Indonesia, untuk itu kami ucapkan terima kasih,"ungkap Umbu Lili.

Mantan Ketua Umum PGI periode 2014-2019 Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang menyampaikan terima kepada pemerintah dari empat kabupaten, para perwakilan gereja dan para undangan luar negeri yang masih hadir hingga keramahan masyarakat Sumba dan khususnya di Sumba Timur ini.

"Terima kasih atas keramahan dan pelayanannya selama sidang raya ini berjalan. Bahkan kebersihan dan makanan yang selalu bersih dan ada bagi kita semua. Bagi pengurus MPH, MP, BPP, terutama bagi saudaraku Pdt. Gomar Gultom dan Pdt. Jacky Manuputty selamat mengarungi kerja bersama-sama dalam Kristus,"ungkapnya.

Sebagai ungkapan terima kasih PGI memberikan cinderamata kepada anggota Sinode GKS, Wakil Bupati Sumba Timur dan ketua panitia pelaksana SR XVII PGI.

Ketua Umum PGI Periode 2019-2024 Pdt. Gomar Gultom ketika dimintai sambutannya menyerahkan sambutannya kepada Sekum Pdt. Jacky Manuputty.

Sekum Manuputty menyampaikan ucapan syukur atas terselenggaranya SR XVII PGI. Program dan rekomendasi sudah didapat lewat proses yang ada ketegangan kecil.

"karena itu kita akan berjalan dalam arak-arakan oikumenis dengan melihat Sang Alfa Omega, terima kasih untuk pengurus lama 2014-2019 dan kami akan melanjutkan tugas ini ke pengurus baru di periode 2019-2024. Terima kasih semua pihak yang menolong selama jalannya sidang beberapa hari ini,"ungkap Pdt. Jacky.

"maafkan kami jika selama persidangan ini berlangsung jika kunyahan sirih pinang dan tenunan Sumba dan teriakan suka cita Sumba belum kami rasakan, dan maafkan kami karena kami adalah orang-orang yang berjalan dalam arak-arakan ini, terima kasih atas masyarakat Sumba yang telah diberikan di sini, Tuhan kiranya menyertai semua kita dan kami mohon topangan, doa, semangat dari semua, dari gereja, dari mitra untuk mengembangkan gerakan Oekoumene di tengah panggilan bangsa dan negera,"tambah Pdt. Jacky.

Ketua Panitia pelaksana Yohanis Praing, menyampaikan, kegiatan ini merupakan gabungan dari empat panitia pelaksana di Pulau Sumba dengan memakan dana sebesar 8,5 miliar rupiah.

"Terima kasih untuk semua pihak sehingga rangkaian kegiatan mulai dari pra sidang raya hingga sidang raya ini telah berjalan dan melahirkan keputusan-keputusan bagi perkemangan gereja. Juga kami sebagai tuan rumah mohon maaf jika ada kekurangan dalam menyabut dan melayani peserta,"ujarnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved