Sabtu, 11 April 2026

Warga Mbaenuamuri di Nagekeo Minta Kali Maunori Dinormalisasi

pemerintah untuk segera melakukan normalisasi dan memasang bronjong di Kali Maunori sepanjang kurang lebih 1 kilometer.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Kondisi Kali Maunori di Desa Mbaenuamuri Kecamatan Keo Tengah di Kabupaten Nagekeo, Minggu (10/11/2019). 

Warga Mbaenuamuri di Nagekeo Minta Kali Maunori Dinormalisasi

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sejumlah masyarakat Desa Mbaenuamuri Kecamatan Keo Tengah di Kabupaten Nagekeo mengharapkan perhatian pemerintah untuk segera melakukan normalisasi dan memasang bronjong di Kali Maunori sepanjang kurang lebih 1 kilometer.

Mereka meminta agar Pemda Nagekeo bersama DPRD memperhatikan kondisi Kali Maunori yang saat ini terus menggerus lahan olahan warga dan berbahaya bagi rumah warga.

Kepala Dusun I Mbari, Desa Mbaenuamuri Kecamatan Keo Tengah, Rafael Ora, mengatakan, kalau tidak segera dilakukan normalisasi maka akan berbahaya bagi warga. Karena kali semakin dangkal dan jika hujan besar serta banjir akan mengacam warga di sekitar.

"Kami minta pemerintah prioritaskan keselamatan masyarakat. Kali Maunori ini sudah sangat dangkal. Sewaktu-waktu bisa terjadi banjir yang akan mengancam keselamatan nyawa kami. Sekarang Bulan November, sudah masuk waktu musim hujan. Apakah pemerintah tega jika kami terkena banjir lagi," ungkap Rafael di Mbay, Minggu (10/11/2019).

Rafael mengaku tahun 2018 yang lalu, dirinya menjadi korban luapan Kali Maunori.

"Sawah saya seluas setengah hektar habis diterjang banjir air dan batu. Saat itu, semua tanaman saya rusak dan tak dapat dipanen. Semuanya tertutup batu. Sampai saat ini, lahan saya tidak bisa digunakan lagi," ungkap Rafael.

Rafael menyampaikan bahwa dirinya sangat kuatir melihat keadaan Kali Maunori saat ini. Jangan sampai saat banjir nanti, areal kali ini menjadi lebih luas karena pemukiman warga dan lahan pertanian di sekitar kali ikut terendam.

"Pemerintah harus prioritaskan kami.Kali ini sudah sangat dangkal dan penuh batu-batu besar.Jangan tunggu ada korban nyawa baru bergerak.Kami harapkan segera bantu kami," ungkap Rafael.

Kepala Desa Mbaenuamuri Kecamatan Keo Tengah, Petrus Sambu Juang, membenarkan bahwa keadaan Kali Maunori sudah sangat mengkhawatirkan.

"Di sekitar kali ini ada pemukiman, ada bank, ada pasar dan ada lahan pertanian. Jika tidak dilakukan upaya normalisasi dan dipasangi bronjong, saya kwuatir banjir besar datang dan masyarakat jadi korban," ujarmha.

Petrus menjelaskan bahwa bronjong yang ada di Kali Maunori sudah rusak dan terlepas di sana-sini. Ada bronjong yang dipasang saat Nagekeo masih menjadi bagian dari Kabupaten Ngada.

Tetapi kondisinya sudah rusak berat. Semua ikatannya sudah terlepas karena itu kami harapkan untuk segera diganti yang baru.

Petrus menambahkan bahwa terdapat kurang lebih 10 hektar lahan pertanian yang saat ini tidak dapat digunakan karena menjadi korban luapan air dari Kali Maunori.

Kades Hasil Pilkades Serentak di Matim Dilantik Desember 2019

Ditanya Alasan Penundaan Seleksi Perangkat Desa, Wabup Army Enggan Berkomentar

"Sudah 10 hektar lahan yang dipenuhi batu besar sehingga tidak bisa lagi diolah oleh masyarakat. Semuanya akibat luapan Kali Maunori,"ungkapnya.

Ia berharap ada perhatian dari Pemerintah dan menjadi prioritas untuk dilakukan normalisasi.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved