Hasil Lengkap Pesparani Tingkat Kota Kupang, Simak Rangkaian Pembuka Hingga Penutup
Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Kota Kupang telah berakhir.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Hasil Lengkap Pesparani Tingkat Kota Kupang, Simak Meriahnya Rangkaian Pembuka hingga Penutup
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Kota Kupang telah berakhir. Penutupan Pesparani berlangsung di Aula Gereja St. Maria Assumpta Kota Kupang, Jumat (8/11/2019).
Pesparani tingkat Kota Kupang terbilang istimewa, karena perdana diadakan dan menyongsong Pesparani tingkat Provinsi yang diadakan Mei 2020 dan Pesparani Nasional Oktober 2020.
Rangkaian Pesparani tingkat Kota Kupang dimulai Selasa (5/11/2019) diawali dengan acara pelepasan oleh Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man di Balai Wali Kota Kupang.
Sebanyak 1.459 Peserta Pesparani didampingi para pembina, Pastor Paroki dan Pastor rekan, Camat dan Lurah dari wilayah mereka masing-masing melakukan pawai dari Balai Wali Kota Kupang menuju Gereja St. Maria Assumpta, tempat berlangsungnya Pesparani.
Nuansa budaya NTT tampak dalam rangkaian pembukaan Pesparani, para peserta tampil gagah dan anggun mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di NTT. Selanjutnya para peserta diterima dengan seremoni adat Natoni di halaman Gereja St. Maria Assumpta.
Menariknya umat lintas agama terlibat menyukseskan rangkaian Pesparani. Mereka mengiringi para peserta Pesparani dengan saat pawai. Tidak hanya mereka juga terlibat menjaga ketertiban selama berlangsungnya Pesparani.
Pesparani Bukan Sekedar Pesta
Romo Dus Duka, Vikjen Keuskupan Agung Kupang usai menerima peserta Pesparani di halaman Gereja St. Maria Assumpta mengingatkan Pesparani bukan sekedar ajang pesta. Lebih dari itu, Pesparani merupakan wadah pembinaan iman umat.
Ia katakan, Pesparani tingkat Kota Kupang ini merupakan momen untuk menghidupkan kembali semangat umat dalam liturgi sehingga umat dapat terlibat aktif dan memahami lagu-lagu yang dipakai dalam liturgi Gereja Katolik.
Menurutnya nilai penting dari rangkaian Pesparani ini mengarah pada pembentukan dan pembinaan umat, baik bagi anak-anak, orang dewasa dan orangtua. Oleh karena itu, lanjutnya, berbagai kategori lomba menjangkau semua kalangan usia.
"Karena kita tahu liturgi Gereja tidak hanya melibatkan Imam dan orang dewasa tetapi juga anak-anak sehingga kebiasaan terlibat dalam liturgi Gereja dalam hal ini bernyanyi terbentuk sejak dini," ungkapnya.
Selain itu, kata Romo Dus, momen Pesparani ini menjadi wadah pembentukan karakater anak-anak dan remaja, apalagi ada umat lintas agama yang ikut terlibat membantu dan mendukung suskeskan Pesparani tersebut.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man saat melepas peserta Pesparani di Balai Wali Kota Kupang mengapresiasi antusiasme peserta Pesparani. Herman katakan, momen Pesparani ini menjadi wadah untuk saling mendukung dalam meningkatkan iman umat, khusunya umat Katolik.
Herman juga memberi apresiasi kepada para camat dan lurah serta umat lintas agama yang turut dalam menyukseskan Pesparani tersebut.