Fahri Hamzah Gelar Konsolidasi Calon Kader dan Pengurus Partai Gelora, Banyak Mantan Tokoh PKS

ahri Hamzah mengatakan, pihaknya mengumpulkan para calon kader dan pengurus Partai Gelora dalam acara konsolidasi pertama serta penandatanganan akta

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.com/DOK. Humas MPR
Inisiator Partai Gelora Fahri Hamzah 

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah Gelar Konsolidasi Calon Kader dan Pengurus Partai Gelora, Banyak Mantan Tokoh PKS!

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Siapa berkeinginan menjadi aktivis parpol namun belum mendapatkan wadah partai politik yang sesuai, bakal muncul partai baru bernama Partai Gelora yang mungkin memenuhi espektasi Anda untuk bergabung menjadi anggota. 

Inisiator Partai Gelora Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya mengumpulkan para calon kader dan pengurus Partai Gelora dalam acara konsolidasi pertama serta penandatanganan akta pendirian partai.

"Ini kan para pendiri, kemudian temen-temen wilayah, istilahnya itu masuk dalam kategori inisiator, pertanda struktur yang terbentuk lagi kumpul-kumpul dulu lah, konsolidasi, karena mereka kemarin baru kerja mengumpulkan dokumen-dokumen persyaratan notaris," kata Fahri Hamzah saat ditemui di Hotel Regis Arion, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11/2019).

Fahri Hamzah mengatakan, syarat-syarat administrasi untuk membentuk partai paling lambat dapat diselesaikan selama dua bulan.

Menurut dia, dokumen-dokumen Partai Gelora sudah diserahkan ke Kementerian Hukum dan HAM melalui notaris.

"Kalau itu diatur UU, paling telat dua bulan, paling telat kita harus sudah bisa selesai, beserta seluruh tahapan dan kelengkapan administrasinya karena itu kan mesti dicek oleh kementerian," ujarnya.

"Pemeriksaannya akan lebih akurat oleh Kemenkumham, oleh dinas-dinas politik di daerah semua mesti diperiksa," sambungnya.

Fahri Hamzah membantah, Partai Gelora akan menggelar deklarasi pada Minggu (10/11/2019). Menurut dia, pihaknya hanya menggelar syukuran Hari Pahlawan.

"Besok itu, lebih pada kita mau syukuran hari Pahlawan. Kalau dibilang deklarasi, bukan. Syukuran aja, kita ngumpul kalau syukuran," pungkasnya.

Ormas Garbi, Fahri Hamzah dan Perjalanan Partai Gelora

 Partai Gelora Indonesia direncanakan akan menggelar syukuran pada 10 November 2019, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Partai Gelora adalah akronim dari Partai Gelombang Rakyat.

Partai ini ditargetkan akan ikut kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Sejarah Partai Gelora identik dengan sosok Fahri Hamzah dan Anis Matta yang merupakan tokoh di balik terbentuknya partai ini.

Gelora dimulai dari Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang kemudian bertransformasi menjadi partai.

Lantas siapa saja tokoh-tokoh yang akan bergabung dalam Partai Gelora?

1. Fahri Hamzah

Fahri Hamzah menjadi sosok utama di balik terbentuknya Partai Gelora.

Seperti diketahui, Fahri Hamzah dulunya merupakan politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun Fahri Hamzah sempat bersengketa dengan PKS.

Pada 2016 ia dipecat dari seluruh jenjang jabatan di kepartaian. Ia kemudian menuntut PKS untuk membayar ganti rugi Rp 30 miliar.

Kepada Antara, Fahri Hamzah mengatakan bahwa partai Gelora dibentuk karena adanya permintaan dari para Anggota Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang diinisiasi bersama mantan Presiden PKS Anis Matta.

Fahri Hamzah menyebut anggota yang tergabung dalam Partai Gelora merupakan orang potensial menjadi kepala daerah sehingga dirinya yakin akan menang dalam kontestasi nanti.

2. Anis Matta

Anis Matta juga merupakan sosok lain di balik berdirinya Partai Gelora selain Fahri Hamzah.

Anis Mata lah yang semula menginisiasi berdirinya Ormas Garbi hingga kemudian ormas tersebut menjadi partai.

Melansir dari Kompas.com  (4/1/2019), gerakan ormas Garbi dimulai di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang kemudian melebarkan sayap ke seluruh pelosok negeri.

Anis Matta mnerupakan politisi dari PKS.

Dulunya ia merupakan Presiden PKS. Namun pada 2015 ia diganti oleh Sohibul Iman yang menjabat Presiden PKS periode 2015-2020.

3. Deddy Mizwar

Sosok Deddy Mizwar memberikan sinyal akan bergabung ke Partai Gelora.
Hal tersebut diungkapkan Deddy Mizwar melalui akun Twitter-nya.

"Gelora... Perjalanan Baru... Visi Baru... Arah Baru," ujar Deddy Mizwar dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (6/11/2019).

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Deddy Mizwar pun membenarkan tentang rencananya bergabung dengan partai Gelora.

Alasan bergabung, diesbut Deddy Mizwar, karena ia dan Partai Gelora memiliki kesamaan visi.
Deddy Mizwar sendiri merupakan politisi dari Partai Demokrat.

Ia berencana mengundurkan diri dari Demokrat usai Partai Gelora dideklarasikan.

Hadi Mulyadi merupakan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) untuk periode 2018-2023.

Hadi Mulyadi merupakan politisi asal PKS.

Ia juga merupakan Anggota Majelis Syuro PKS untuk beberapa periode.

Sebelum menjadi Gubernur Kalimantan Timur , Hadi Mulyadi sempat menjadi Wakil Ketua DPRD Kaltim periode 2009-2914. Serta Anggota DPR RI Periode 2014-2019.

5. Triwisaksana

Triwisaksana juga merupakan sosok politisi asal PKS.

Ia sempat menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta selama dua periode mulai 2009-2014 dan 2014-2019.

Meski sempat menjadi Wakil Ketua DPRD DKI selama dua periode, Triwisaksana tak mencalonkan diri kembali dalam Pemilihan Legislatif 2019.

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved