Mega-Paloh Pernah Tak Bersalamanm, Ketua DPP PDI-P: Tak Ada Perkawanan Parpol yang Abadi

Mega-Paloh Pernah Tak Bersalamanm, Ketua DPP PDI-P: Tak Ada Perkawanan Parpol yang Abadi

Mega-Paloh Pernah Tak Bersalamanm, Ketua DPP PDI-P: Tak Ada Perkawanan Parpol yang Abadi
Abba Gabrillin
Wakil Sekjen PDI-P Ahmad Basarah di Rakernas I PDI-P di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016). 

Mega-Paloh Pernah Tak Bersalamanm, Ketua DPP PDI-P: Tak Ada Perkawanan Parpol yang Abadi

POS KUPANG.COM, JAKARTA --Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak bersalaman dengan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh saat pelantikan DPR RI  1 Oktober lalu.

Pemandangan tersebut menimbulkan spekulasi mengenai hubungan keduanya yang memburuk. Padahal PDIP dan Nasdem merupakan pendukung utama Jokowi hinggga mejadi Presiden.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDI-P) Ahmad Basarah mengatakan, hubungan personal antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh baik-baik saja, meski belakangan banyak isu yang menyebutkan hubungan keduanya renggang.

Kendati demikian, Basarah mengatakan, hubungan antarpartai yang dipimpin bisa jadi tak lagi erat. Menurut dia, hubungan politik tidak ada yang abadi.

Ia mengatakan, setiap parpol yang memutuskan untuk menjalin hubungan dengan parpol lain, pasti akan mengkalkulasi kepentingan.

Megawati Soekarnoputri Lewati Surya Paloh
Megawati Soekarnoputri Lewati Surya Paloh (ist)

"Kalau saya melihat hubungan antarpartai politik, tentu kita harus membaca hubungan antarkepentingan. Tidak ada perkawanan yang abadi, dan permusuhan yang abadi, yang ada adalah kepentingan itu sendiri," kata Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Basarah mengatakan, bukan suatu hal yang aneh apabila ada aktivitas dan dinamika dari pimpinan-pimpinan parpol terkait persiapan Pemilu 2024. Ia pun meminta, manuver politik yang dilakukan Nasdem tidak dikaitkan dengan hubungan yang sifatnya personal.

"Jangan dikaitkan di dalam hubungan yang bersifat personal. Dalam setiap pemilu presiden saja, ada parpol yang pada saat kampanye pilpres berada di luar blok capres tertentu.Tapi begitu selesai, mereka bergabung," ujarnya. Basarah menilai, Nasdem tengah mempersiapkan Pemilu 2024, sehingga mulai melakukan safari politik dengan bertemu PKS dan partai lainnya.

Menurut dia, hal itu bagian dari manuver politik yang wajar dilakukan setiap partai. PDI-P, kata dia, tidak akan mengintervensi urusan partai lain.

"Kami dari PDI-P memegang teguh etika politik bahwa kita tidak boleh memasuki yuridiksi organisasi parpol lain, karena masing punya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sendiri-sendiri, masing-masing punya kedaulatan untuk menentukan langkah-langkah politik apa yang akan diambil," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Hubungan Mega-Paloh, Ketua DPP PDI-P: Tak Ada Perkawanan Parpol yang Abadi",

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved