Kisah Maestro Basoeki Abdullah Dibunuh Perampok, Jejak Karyanya dan Museum yang Ramai Dikunjungi
Kematian pelukis Basoeki Abdullah mungkin menjadi salah satu peristiwa yang mengejutkan publik di penghujung tahun 1993.
Kemudian pada tahun 1962, ketika ia bekerja sebagai pelukis istana kerajaan, Basoeki Abdullah menikahi seorang wanita Thailand bernama Noi. Namun, perkawinan tersebut hanya berumur setahun dan tidak membuahkan anak.
Kemudian ia kembali menikahi wanita Thailand yang saat itu merupakan peserta lomba ratu kecantikan Miss Thailand bernama Nattaya Nareerat.
Karya Basoeki Abdullah
Sosok Basoeki Abdullah tenar lantaran ia kerap melukis sejumlah potret kepala negara dan berbagai orang penting. Ia dianggap sebagai tokoh duta budaya.
Basoeki Abdullah melukis potret raja dan ratu Thailand sejak tahun 1960. Ia kemudian kembali melukis keduanya pada tahun 1963.
Mantan sekretaris pribadi Basoeki Abdullah, Greta Luntungan, menjelaskan, Basoeki Abdullah adalah pelukis yang dekat dengan Raja Thailand Bhumibol dan Ratu Sirikit.
"Pak Bas malah memiliki kantor sendiri di istana. Dan bahkan sering mengajar Raja melukis," ucap Greta seperti dikutip dari pemberitaan Harian Kompas, 6 November 1993.
Bukan hanya para pembesar Kerajaan Thailand saja, Basoeki juga pernah melukis potret Ferdinand Marcos beserta istrinya, Imelda pada tahun 1977. Bahkan potret tercantik Imelda, ia lukis pada tahun 1981. Begitu pula lukisan suaminya, Ferdinand Marcos.
Karya lain yang hadir lewat goresan tangannya adalah potret Soekarno. Ia menggambar sisi kiri wajah Soekarno. Potret ini kemudian hari menjadi perangko ikonik Orde Lama.
Meski mendapat pujian atas karyanya, ia dikenal sebagai sosok kontroversial di tengah perkembangan seni rupa modern. Aliran seninya, Mooi Indie dikecam keras oleh para pelukis yang tergabung dalam Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi).
Meski banyak menuai kecaman, tetapi karyanya tetap lekat di ingatan. Sebut saja Joko Tarub, Pangeran Diponegoro, Rahwana dan Jatayu memperebutkan Dewi Sinta, serta Nyai Loro Kidul yang banyak direproduksi oleh para pengagumnya. Kekaguman seperti ini tidak banyak dinikmati oleh para seniman lain.
Mengunjungi Museum Basoeki Abdullah
Jika kita berjalan dari Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati menuju kawasan Blok M, Jakarta Selatan, kita akan melihat sebuah mural bergambarkan wajah dengan ukuran besar terpampang di tiang jalur MRT.
Mural wajah berukuran besar tersebut bertuliskan " Museum Basoeki Abdullah" dengan tanda panah merujuk sebuah jalan.
Ternyata, tanda panah tersebut merujuk rumah Sang Maestro pelukis Indonesia, Basoeki Abdullah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ruang-museum-basoeki-abdullah_0211.jpg)