222 OGDJ di Sikka Belum Diobati, Pemda Dianggap Gagal Tak Urus OGDJ

Diskusi menghadirkan Pengelola Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Nita, Yohanes Bosco, dipandu moderator, Fr. Dion Juang, MI digelar Biara Kamilian

222  OGDJ  di  Sikka  Belum  Diobati, Pemda  Dianggap  Gagal Tak  Urus  OGDJ
POS KUPANG/EUGENIUS MO'A
Peserta pertemuan OGDJ, Sabtu (2/11/2019) di Aula St. Camilus Social Center, Kampung Misir, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kota Maumere, Pulau Flores 

222  OGDJ  di  Sikka  Belum  Diobati, Pemda  Dianggap  Gagal Tak  Urus  OGDJ

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Penelusuran  Dinas  Kesehatan  Kabupaten  Sikka  menemukan  222  orang dengan  gangguan  jiwa  (OGDJ)   di Sikka,  Pulau  Flores  yang  belum  diobati.

“Permenkes  Nomor  44   tahun  2019  menyatakan pemerintah  harus  hadir menangani  kesehatan  jiwa. Kesehatan  jiwa  salah satu  dari 12 n standar  pelayanan minimal.   Ketika  (OGDJ) tidak  ditangani, maka pimpinan  daerah dianggap  tidak   berhasil,” kata Kepala Bidang Pencegahan  dan Pengendalian Penyakit  (P2P), Dinas Kesehatan Sikka, Dokter Harlin Hutauruk, dalam  diskusi ‘Aku Juga  Ingin Sehat,’  Sabtu   (2/11/2019)    di  Aula St. Camilus Social Center,   Kampung Misir, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kota Maumere.

Diskusi    menghadirkan  Pengelola Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Nita, Yohanes Bosco,  dipandu moderator, Fr. Dion Juang, MI digelar Biara Kamilian  Nita.  

Dijelaskan  Harlin,   dari  222  OGDJ yang  belum  dilayani  obat sebanyak  22  diantaranya dipasung dan delapan  orang telah dilepas  karena    telah mengalami  kesembuhan selama  periode   Januaria  sampai  Agustus   2019.

Harlin mengaku  terlibat mengurus  OGDJ sejak  2017. Sebelum  2016,  lanjut Harlin, kesehatan  jiwa    bagi   OGDJ  tidak dianggap dan dibiarkan.

“Tahun  2017,   ada  Permenkes  menyatakan  kesehatan jiwa  harus ditangani  maka kami lakukan pendataan. Diajak  bermitra  dengan  Komunitas Kasih Insanis  (KKI)  turun ke rumah-rumah, ternyata  banyak OGDJ dipasung,” ujar Harlin.

Puskesmas di  Sikka sudah melakukan pendataan menemukan 222  OGDJ,  namun  mereka  belum  ditangani dengan obat.

“Tantangan   bagi pemerintah, keluarga sendiri  beranggapan OGDJ  tidak bisa disembuhkan, dibiarkan  begitu saja.  Ada segelintir    keluarga   yang punya sanak keluarga  OGDJ  dibiarkan hidup  di  jalan-jalan,” ujar Harlin.

Bahkan ketika  petugas  Puskesmas melakukan pendataan, menemukan  keluarga menyembunyikan  OGD.  

“Yang  ditemukan pertugas  kesehatan,  diagnosa dan dikasih  obat,: katanya

Menurut Harlin,  mendukung pelayanan  OGDJ,  eks Puskesmas  Wolomarang   akan dijadikan klinik  dan rumah  singgah OGDJ.   OGDJ  yang ditemukan  agresif,membayakan orang lain  dan  tidak  diketahui asal-usulnya  akan ditempatkan  di  eks  Puskesmas  

DAEBAK! BTS Raih Piala MTV EMA 2019, Kalahkan Ariana Grande, Shawn Mendes, dan Taylor Swift

Ini Tanggapan Pimpinan DPRD Nagekeo Soal Keluhan Warga Maunori

“Selanjutnya  KKI  dan Dinsos akan cari keluarga terdekatnya  dikembalkan ke keluarga,”  kata  Harlin. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved