TRUBUN WIKI: Ada Menu yang Populer Sejak Zaman Jepang di Waroeng Seafood, Kamu Harus Coba
Ada menu yang populer sejak zaman Jepang di Waroeng Seafood, kamu harus coba
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
Ada menu yang populer sejak zaman Jepang di Waroeng Seafood, kamu harus coba
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Menu berbahan ayam, baik ayam kampung maupun broiler yang lebih sering disebut ayam potong, saat ini menjadi salah satu bahan daging yang paling banyak dikonsumsi penikmat kuliner.
Berbagai kreasi makanan yang menggunakan bahan dari unggas ini digemari lantaran keefisienannya.
Adapun olahan kreatif dari makanan berbahan ayam tersebut di antaranya Ayam Goreng Veteran Waroenk Seafood di Jalan Veteran 18, Fatululi Kupang yang bakal diluncurkan awal bulan November.
• Simak Kronologi Gadis 16 Tahun Disiksa Warga dan Aparat Desa karena Dituduh Curi Cincin Tetangga
Sebagai salah satu resto dan kafe representatif yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine (selanjutnya disebut Waroenk Seafood saja), tidak ketinggalan mengangkat menu "legenda" yang sudah ada dan populer sejak zaman penjajahan Jepang di Indonesia, yaitu Ayam Goreng Veteran.
"Sejatinya, menu terbaru kami ini, Ayam Goreng Veteran menggunakan bahan daging ayam kampung. Meskipun dibombardir kehadiran ayam broiler di era 1980 hingga saat ini, tetapi ayam kampung tetap memiliki penikmat tersendiri," jelas Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Seafood, Yunita Sanu saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18, Fatululi, Kupang, Selasa (29/10/2019).
• SMAN 1 Adonara Timur Fasilitasi Lulusan Terima Beasiswa Bidikmisi
Ia menambahkan, selain cita rasa gurih daging ayam kampung yang menjadi kontribusi kepopuleran Ayam Goreng Veteran, hal lain yang juga menjadi penentu digemarinya makanan ini tidak lepas dari penggunaan kremesan renyah.
"Ayam Goreng Veteran adalah kreasi masakan yang dibuat dengan teknik menggoreng. Caranya, daging ayam kampung digoreng dengan baluran tepung terigu yang telah dibumbui (kremes), dan digoreng hingga matang kecokelatan," tuturnya.
Yunita menjelaskan, sensasi "kriuk" yang dihasilkan dari remah tepung terigu menjadikan olahan ini disebut "ayam kremes" atau ayam kriuk di beberapa tempat.
"Mirip `ayam kentucky', namun baluran tepung pada Ayam Goreng Kremesan lebih berbentuk remah-remah. Perbedaan mendasar lainnya dibandingkan ayam Kentucky, karena (Ayam Goreng Veteran) menggunakan bahan daging ayam kampung, bukan ayam broiler seperti pada ayam kentucky," paparnya.
Ditambahkan, proses pembuatan Ayam Goreng Kremesan juga jauh lebih sulit. Pasalnya, saat membuat "kremesan" sangat mudah melempem (luyak) dan menggumpal tidak karuan saat digoreng. Sehingga, dibutuhkan teknik tersendiri.
Di Waroenk Seafood, sebut Yunita, menu personal Ayam Goreng Veteran (Nasi Ayam Goreng Veteran) dibanderol cukup terjangkau Rp 40 ribu.
"Sementara, untuk menu ala carte (porsi), Ayam Goreng Veteran dibanderol juga cukup murah Rp 60 ribu. Sekadar tahu ya, menu legenda Nusantara ini sudah ada sejak zaman Jepang, lho," jelasnya.
Ia berharap, hadirnya menu baru Ayam Goreng Veteran pihaknya, bisa memberi pilihan berbeda bagi penikmat ayam goreng yang sudah bosan makan ayam goreng yang biasa-biasa saja. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ada-menu-yang-populer-sejak-zaman-jepang-di-waroeng-seafood-kamu-harus-coba.jpg)