Perguruan Tinggi Harus Waspada Bahaya Paham Radikalisme

mahasiswa yang terpapar radikalisme bukan hanya sekedar ancaman tapi telah terbukti.

Perguruan Tinggi Harus Waspada Bahaya Paham Radikalisme
POS KUPANG/GECIO VIANA
Rektor Unwira Kupang, Kupang, P. Dr. Philipus Tule, SVD saat diwawancarai usai mengikuti Dialog Pentahelix 5 Stakeholder, Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi, Media dan Ormas di Aula Hotel Sylvia, Jumat (25/10/2019) 

Perguruan Tinggi Harus Waspada Bahaya Paham Radikalisme

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, P. Dr. Philipus Tule, SVD mengatakan, perguruan tinggi harus mewaspadai bahaya paham radikalisme.

Menurutnya, mahasiswa yang terpapar radikalisme bukan hanya sekedar ancaman tapi telah terbukti.

Sehingga, untuk menangkal radikalisme, perkuliahan terkait nilai-nilai Pancasila konsisten dijalankan.

"Sebagai perguruan tinggi harus waspada, dan kami di perguruan yang kami pimpin itu punya perkuliahan tentang nilai-nilai Pancasila yang menjadi penjamin, kelanggengan NKRi yang berdasarkan Pancasila dan kebhinekaan itu tetap dijalankan," katanya usai mengikuti Dialog Pentahelix 5 Stakeholder, Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi, Media dan Ormas di Aula Hotel Sylvia, Jumat (25/10/2019).

Diakuinya, di Unwira Kupang saat ini dalam perkuliahan juga dilakukan pendidikan karakter dan etika keagamaan.

Hal itu dijalankan dan diajarkan sehingga awas terhadap pemahaman keagamaan yang dinilai keluar dari ajaran dan teologi agama dari kitab suci yang benar.

"Maka kami sebagai lembaga yang dikelola yayasan Katolik juga memiliki mahasiswa dari berbagai latar belakang dan kami mengayomi. Kami punya Campus Ministry, pelayanan kampus dari segi pendidikan nilai-nilai keagamaan, tapi bukan saja untuk Katolik saja tapi untuk semua," paparnya.

Menurutnya, hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah paham radikalisme masuk dalam kampus yakni sering dilakukan pertemuan antar mahasiswa lintas agama.

"Harus selalu dilakukan sehingga berbagai kelompok mahasiswa yang memiliki paham radikal tidak hidup," katanya.

"Tadi saya katakan seperti suatu helix spiral, suatu kelompok agama yang tertutup dan berbentuk spiral, itu juga harus dilakukan helix-helix lain sehingga kita katakan Pentahelix," tambahnya.

Secara universitas, para mahasiswa yang baru masuk di kampus yang dipimpinnya, lanjut dia, akan diberikan surat pernyataan tidak melakukan tindakan pidana hingga bebas dari pandangan radikalisme.

Pasar Barter Warloka Labuan Bajo Makin Dilupakan Pemkab Mabar

Mencari Siput di Pulau Awololong, Mendengar Sejarahnya Sambil Menunggu Sunset

"Surat itu harus ditandatangani, sehingga tidak ada ruang dan tempat untuk orang-orang berpaham radikal," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved