BREAKING NEWS: Ribuan Masyarakat NTT Gunakan Listrik Over Spanning, Bisa Picu Kebakaran

BREAKING NEWS: Ribuan Masyarakat NTT gunakan listrik over spanning, bisa picu kebakaran

BREAKING NEWS: Ribuan Masyarakat NTT Gunakan Listrik Over Spanning, Bisa Picu Kebakaran
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI.
Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si di Hotel Aston Kota Kupang, Senin (28/10/2019). 

BREAKING NEWS: Ribuan Masyarakat NTT gunakan listrik over spanning, bisa picu kebakaran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Berdasarkan survei yang dilakukan oleh pihak Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ternyata masih banyak masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) yang menggunakan listrik dengan cara memperluas dari KK pelanggan ber ID PLN atau over spanning.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si saat memaparkan hasil survei verifikasi rasio elektrifikasi NTT 2019, di Hotel Aston Kota Kupang, Senin (28/10/2019) menyebut, jumlah masyarakat NTT yang menggunakan listrik dengan cara over spanning mencapai 99,381 KK.

BREAKING NEWS: Wanita 16 Tahun Dijual Jadi Korban Asusila 5 Pria di Ende

Fred menegaskan, penggunaan listrik dengan over spanning secara teori berbahaya, dapat memicu terjadinya kebakaran karena hubungan singkat.

Terkait survei rasio elektrivikasi tersebut, Fred mengatakan, survei dilakukan dalam kerja sama dengan PLN wilayah NTT dan Badan Pusat Statistik NTT untuk meningkatkan rasio elektrivikasi dalam rangka mendukung program Pemda, NTT Bangkit dan Sejahtera.

Rasio Elektrifikasi NTT Terendah, Undana Kupang Lakukan Survei Verifikasi

Menurutnya sebagai lembaga pendidikan melakukan survei dan mendapat pengesahan institusi resmi dalam hal ini BPS, baik dalam rancangan penelitian maupun pelaksanaannya.

Fred mengatakan, dari kajian verifikasi yang telah dilakukan Undana terhadap 532 dari data PODES NTT, diperoleh rasio elektrifikasi di NTT mencapai 82,97%.

Rasio elektrifikasi 82,97% diperoleh dari 53,55% pelanggan ber ID PLN dan rasio elektrifikasi 29,42% non PLN.

Rincian untuk rasio elektrifikasi non PLN antara lain, RE Kk numpang terhadap KK PLN 4,32%, RE KK perluasan atau over spanning dari ber ID PLN 7,58% dan RE KK bersumber listrik lainnya 17,52%.

Kabupaten dengan RE terendah yaitu di bawah 70% yakni Kabupaten Timor Tengah Selatan (60,55%), Kabupaten Sumba Barat Daya (61,00%) dan Manggarai Timur (65,99%).

Fred menjelaskan, KK dengan sumber listrik non PLN over spanning (perluasan dari pelanggan PLN ber ID) 17,52% (99,381 KK) cukup banya dan secara teori beresiko terjadinya kebakaran karena hubungan singkat.

Sementara itu, KK dengan sumber listrik non PLN yang bersumber dari tenaga surya dan teknologi lainnya bersifat tidak stabil karena potensi kerusakan tanpa kemampuan memperbaiki.

"Hari ini kita sudah publikasi hasil survei verifikasi kita dan BPS menggaprove itu. Sehingga rasio elektrivikasi kita yang baru 82, 97%. Sekarang kita merujuk pada data terbaru ini, bukan lagi 76%," ujar Fred.

Fred mengatakan, melalui data ini bisa menjadi rujukan untuk membuat perencanaan pembangunan, program implementasi kemiskinan dan sebagainya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved