Bermodal Semangat PMI Sikka Bentuk Sibat di 10 Desa
Minim fasilitas bahkan tidak punya sama sekali bukan menjadi halangan Palang Merah Indonesia (PMI) Sikka di Pulau Flores membentuk 10 des
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM, MAUMERE----Minim fasilitas bahkan tidak punya sama sekali bukan menjadi halangan Palang Merah Indonesia (PMI) Sikka di Pulau Flores membentuk 10 desa Sukarelawan PMI Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) beranggotakan 300 personil.
“Sibat harus menjadi garda terdepan bantuan kemanusiaan di desa masing-masing. Sikka memiliki potensi kebencanaan yang tinggi gempa bumi, tsunami, angin kencang dan abrasi,” kata Wakil Ketua PMI Cabang Sikka, Gaby Ola, Kamis (24/10/2019) dalam Temu Sibat di Markas PMI Jalan Wairklau, Kota Maumere.
• Gadis Desa nan Perawan Dijual ke Pria Hidung Belang hingga Lintas Provinsi, Tarifnya Puluhan Juta
Kehadiran Sibat, kata Geby, menolong diri sendiri dan orang lain guna mengimplementasikan niliai-nilai PMI, menjunjung tinggi kemanusiaan dan kesukarelaan di tengah masyarakat Sikka.
Geby mengakui PMI minim fasilitas dan tidak memiliki fasilitas di desa. Namun personil Sibat memiliki sikap sukarela, semangat dan kepedulian.
• Papan Bawah Memanas, Persija Jakarta Tergeser, Ini Nasib Persib Bandung, Klasemen Liga 1 Info
“Kita kolaborasi dan bekerjasama dengan semua level di desa dan kecamatan. Sibat harus hadir di sana. Selama ini PMI sudah bergandeng tangan dengan TNI, Polri, SAR dan BPBD,” ujar Geby.
Mantan aktivis PMKRI Cabang Kupang ini mengajak Sibat selalu tampil terdepan dalam setiap kebencanaan membawa nilai PMI. Sebab PMI berasal dari, oleh dan untuk masyarakat.
“Ketika bencana alam, saya minta Sibat harus cepat responsif menjadi yang pertama hadir di tengah masyarakat. Kita hadir memberi pertolongan pertama dari apa yang kita miliki,” pinta Geby. (laporan wartawan pos-kupang.com,eginius mo’a).
pos-kupang/eginius mo’a
Pembukaan temu Sibat PMI Sikka, Kamis (24/10/2019) di Kota Maumere, Pulau Flores.
Bermodal Semangat, PMI Sikka Bentuk Sibat di 10 Desa
POS-KUPANG.COM, MAUMERE----Minim fasilitas bahkan tidak punya sama sekali bukan menjadi halangan Palang Merah Indonesia (PMI) Sikka di Pulau Flores membentuk 10 desa Sukarelawan PMI Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) beranggotakan 300 personil.
“Sibat harus menjadi garda terdepan bantuan kemanusiaan di desa masing-masing. Sikka memiliki potensi kebencanaan yang tinggi gempa bumi, tsunami, angin kencang dan abrasi,” kata Wakil Ketua PMI Cabang Sikka, Gaby Ola, Kamis (24/10/2019) dalam Temu Sibat di Markas PMI Jalan Wairklau, Kota Maumere.
Kehadiran Sibat, kata Geby, menolong diri sendiri dan orang lain guna mengimplementasikan niliai-nilai PMI, menjunjung tinggi kemanusiaan dan kesukarelaan di tengah masyarakat Sikka.
Geby mengakui PMI minim fasilitas dan tidak memiliki fasilitas di desa. Namun personil Sibat memiliki sikap sukarela, semangat dan kepedulian.
“Kita kolaborasi dan bekerjasama dengan semua level di desa dan kecamatan. Sibat harus hadir di sana. Selama ini PMI sudah bergandeng tangan dengan TNI, Polri, SAR dan BPBD,” ujar Geby.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pmi-sikka-sibatpmisikka.jpg)