14,61 Persen Pangan di Ende Dipasok dari Luar
Tercatat pada tahun 2018, produksi pangan pokok hasil budidaya petani dalam wilayah Kabupaten Ende
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ENDE - Tercatat pada tahun 2018, produksi pangan pokok hasil budidaya petani dalam wilayah Kabupaten Ende mencapai 43.781,54 Ton EB atau 85,39 persen dari total kebutuhan sebanyak 51.376,91 Ton EB, atau masih kekurangan 5.093,9 Ton EB atau 14,61 persen yang harus dipasok dari luar daerah.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ende,Mathilda Gaudensia Ilmoe, SP mengatakan hal itu dalam laporannya pada pelaksanaan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Tingkat Kabupaten Ende, Selasa (22/10/2019) di Kantor Camat Ende Timur, Kabupaten Ende.
• Pemkab Lembata Pakai Strategi Pinjaman Daerah Bangun Infrastruktur
Sedangkan ketersediaan pangan di Kabupaten Ende sepanjang tahun 2014-2018, khususnya yang berasal dari produksi domestic dalam daerah Kabupaten Ende terus mengalami peningkatan.
Meskipun belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan dalam daerah hingga 90 persen namun rata-rata peningkatan produksi pangan pokok dalam daerah mencapai 3 persen sampai 4 persen dari total kebutuhan.
• Eks Menhub Budi Karya Sumadi Tersenyum ke Awak Media Saat Merapat ke Istana Negara
Dikatakan momen HPS sengaja diciptakan untuk meningkatkan kembali kesadaran dan perhatian akan pentingnya penanganan masalah pangan dan meningkatkan kepedulian akan masalah kemiskinan dan kelaparan baik di tingkat nasional, regional maupun global secara berkelanjutan.
Dikatakan di Kabupaten Ende banyak lahan - lahan pertanian yang berpotensi untuk menghasilkan pangan telah alih fungsi ke non pertanian dan pengembangan tanaman perkebunan, sehingga lahan yang diperuntukan untuk menghasilkan pangan sendiri dari kebun, sudah menjadi masalah.
Hal ini menyebabkan ketersediaan pangan untuk masing -masing rumah tangga di desa-desa tertentu sudah menjadi masalah, sehingga munculah masalah yang ditakuti adalah " STUNTING' atau Kekerdilan akibat Gizi Buruk.
Masyarakat dunia menyadari bahwa masalah pangan saat ini dan masa yang akan datang menjadi perhatian serius karena pertumbuhan penduduk terus meningkat, yang berarti jumlah pangan yang di butuhkan semakin bertambah.
Tetapi ujarnya disisi lain kemampuan sumber daya alam sebagai pendukung produksi pangan justru semakin berkurang akibat dari berbagai permasalahan seperti bencana alam, berkurangnya lahan pertanian pangan akibat alih fungsi lahan, perubahan iklim, serangan hama maupun penyakit dan daya dukung lahan menurun.
"Masalah yang cukup berpengaruh terhadap produksi pangan kita adalah pola konsumsi masyarakat yang terlalu terfokus pada beras," katanya.
Pola konsumsi yang demikian umumnya bertolak dari suatu anggapan bahwa beras merupakan pangan yang lebih istimewa, bergengsi dan lebih bergizi dari pada pangan alternatif lainnya.
"Padahal berbagai jenis pangan lokal dimasyarakat sesungguhnya mempunyai nilai gizi dan cita rasa yang tidak jauh berbeda dengan beras yang penting diolah dengan baik dan benar," ujarnya. (Laporan Reporters POS- KUPANG.COM, Romualdus Pius)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/1461-persen-pangan-di-ende-dipasok-dari-luar.jpg)