Selamatkan Demokrasi, Hidayat Nur Wahid Sebut PKS Tetap Jadi Oposisi, Ini Kritiknya

Selamatkan Demokrasi, Hidayat Nur Wahid sebut PKS tetap jadi Oposisi, ini kritiknya

Selamatkan Demokrasi, Hidayat Nur Wahid Sebut PKS Tetap Jadi Oposisi, Ini Kritiknya
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019). 

Selamatkan Demokrasi, Hidayat Nur Wahid sebut PKS tetap jadi Oposisi, ini kritiknya

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Selamatkan Demokrasi, Hidayat Nur Wahid sebut PKS tetap jadi Oposisi, ini kritiknya.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Hidayat Nur Wahid menyebut, partainya akan tetap menjadi oposisi pemerintah selama lima tahun ke depan.

Keputusan ini, kata Hidayat, karena PKS ingin menyelamatkan kehidupan berdemokrasi.

Dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara, Pengemudi Ojol Tak Setuju Nadiem Makarim Jadi Menteri

"Ngapain kemarin kompetisi ada dua capres kalau ujung-ujungnya hanya satu juga (hanya koalisi, tak ada oposisi). Ya berkompetisi itu ada konsekuensinya, jadi kami ingin menyelamatkan demokrasi," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Hidayat mengatakan, ada tiga hal besar yang membuat PKS tak ingin bergabung ke pemerintah. Pertama, PKS ingin konsisten dengan sikapnya selama ini. Hal ini disebut Hidayat sebagai rasionalitas berpolitik.

Ciptakan Suasana Kondusif, Kepala Kesbangpol Sumba Tengah Temui Tokoh Masyarakat

"Rasional dalam berpolitik adalah ada kompetisi, yang menang silahkan memimpin, yang kalah ya di luar," ujarnya.

Kedua, PKS ingin konsisten atas sikap politiknya. PKS melalui Majelis Syuro sudah memutuskan untuk berada di luar pemerintahan. Alasan ketiga, PKS juga mempertimbangkan suara konstituen.

Mayoritas pendukung PKS, kata Hidayat, ingin partai pimpinan Sohibul Iman itu tetap menjadi oposisi.

Sebagai partai oposisi, PKS berkomitmen untuk menjadi alat kontrol pemerintah. Apalagi, berdasar survei, tidak kurang dari 60 persen rakyat masih ingin adanya check and balance pemerintah oleh DPR.

Hidayat yakin, meski Gerindra bakal bergabung ke pemerintah, partainya tidak akan sendirian menjadi oposisi.

"Enggak, enggak akan sendirian (jadi oposisi). Lihat aja, nggak akan sendirian," katanya. (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hidayat Nur Wahid: Ngapain 2 Capres Kalau Ujung-ujungnya Satu Juga",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved