News

Mau Kaya Mendadak, Calo Casis di TTU Dibekuk, Janjikan Jaminan Rp 80 Juta

eorang pemuda asal Lurasik, Biboki, Timor Tengah Utara (TTU), Marselinus Mauk alias Ino alias MM (35) dibekuk aparat Polda NTT

Mau Kaya Mendadak, Calo Casis di TTU Dibekuk, Janjikan Jaminan Rp 80 Juta
POS KUPANG/RYAN NONG
Kasubdit I Ditreskrimum Polda NTT Kompol Okto Wadu Ere didampingi Paur III Subbid Penmas Bidang Humas Ipda Victor Nenotek saat jumpa pers, Selasa (15/10/2019) 

 POS KUPANG, COM, KUPANG - Seorang pemuda asal Lurasik, Biboki, Timor Tengah Utara (TTU), Marselinus Mauk alias Ino alias MM (35) dibekuk aparat Polda NTT. Dia dilaporkan melakukan penipuan terhadap calon siswa (casis) Polri asal Kabupaten TTU.

MM dilaporkan melakukan penipuan terhadap Silvanus Deventus Kofi, seorang calon siswa Polri asal Desa Oetulu Kecamatan Musi Kabupaten TTU, NTT. MM menjanjikan untuk meloloskan Kofi menjadi anggota Polri dengan jaminan uang sebesar Rp 80 juta.

Kasubdit I Ditreskrimum Polda NTT Kompol Okto Wadu Ere dalam jumpa pers di Mapolda NTT, Selasa (15/10/2019), mengatakan, aksi bulus pelaku terkuak setelah korban gagal mendapatkan kembali uangnya saat dinyatakan gugur dalam tahap seleksi di Polda NTT.
Dalam aksinya, pelaku meyakinkan orangtua korban bahwa ia mempunyai jaringan kuat yang siap meloloskan casis Polri. Pelaku juga mengaku pernah membantu casis Polri dan TNI hingga berhasil.

Setelah meyakinkan korban dan orangtuanya, pelaku pun meminta sejumlah uang untuk kepentingan tes. Pelaku bahkan intens berkunjung ke rumah korban untuk meyakinkan keluarga korban hingga membawa korban untuk mendaftar di Polres TTU.

"Akhir Februari 2019, korban dibawa oleh pelaku untuk tes di Kupang. Saat itu ibu korban menyerahkan uang Rp 20 juta," ujarnya.

Sesampainya di Kupang, pelaku makin sering menghubungi orangtua korban untuk meminta uang hingga mencapai nominal Rp 90 juta untuk membiayai kebutuhan tes. Uang tersebut kemudian dikirim orangtua korban melalui rekening istri pelaku.

Aksi pelaku terbongkar ketika korban dinyatakan gugur di tahap psikologi. Sesuai perjanjian, uang korban akan dikembalikan jika gagal. Namun, upaya korban bersama orangtuanya untuk meminta uangnya dikembalikan tidak digubris pelaku. Korban bersama orangtuanya akhirnya membuat laporan polisi di Polda NTT.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi pun membekuk pelaku. Kepada polisi, pelaku mengaku uang hasil penipuan itu digunakan berfoya-foya di Kupang. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (hh)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved