Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur Tangani Tiga Kasus Narkotika Tahun 2018 dan 2019

Tersangka dijerat pasal 111 ayat (1) UU RI No.35 Thn 2009 tentang Narkotika. Tersangka divonis selama 4 tahun 6 bulan penjara.

Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur Tangani Tiga Kasus Narkotika Tahun 2018 dan 2019
ISTIMEWA
Kapolres Sumba Timur, AKBP Victor M T Silalahi, SH, MH 

Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur Tangani Tiga Kasus Narkotika Tahun 2018 dan 2019

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur menangani sebanyak 3 kasus Narkotika di Tahun 2018 dan Tahun 2019. Dengan rincian tahun 2018 sebanyak dua kasus Narkotika dan tahun 2019 untuk sementara ditangani 1 kasus Narkotika.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Sumba Timur, AKBP. Victor M. T. Silalahi, SH., MH, melalui Kasubag Humas Polres Sumba Timur, Iptu I Made Murja, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (15/10/2019).

Made menjelaskan dua kasus yang ditangani tahun 2018 yakni pertama dengan nomor LP-A /111/VI/ 2018/ NTT/ RES.ST, pada tanggal 16 Juni 2018 berupa kasus Narkotika jenis ganja. Dengan tersangka, Yohanes Tamo Ama alias Jhon dengan barang bukti (BB) 0,65 gram ganja kering dikemas dalam plastic klip bening.

Tersangka dijerat pasal 111 ayat (1) UU RI No.35 Thn 2009 tentang Narkotika. Tersangka divonis selama 4 tahun 6 bulan penjara.

Kedua, dengan nomor LP-A/150/VIII/2018/NTT/ RES.ST, tanggal 22 Agustus 2018 berupa kasus narkotika jenis ganja. Tersangka, Marselinus Bai Moruk alias Marsel, dengan barang bukti 204,81 gram ganja kering.

Tersangka dikenakan Pasal 111 ayat (1) UU RI No.35 Thn 2009 tentang Narkotika. Tersangka divonis 6 tahun 6 bulan penjara.

Kemudian untuk tahun 2019, jelas Made, dengan NO: LP-A/140/VII/2019/NTT/RES.ST, tanggal 22 Juli 2019 tetang Narkotika jenis shabu. Dengan tersangka, Anthony Haritos alias Tony, dengan BB berupa 0,06 gram shabu-shabu.

Tersangka dikenakan pasal 112 ayat (1) UURI No.35 Thn 2009 tentang Narkotika Subs pasal 127 ayat (1) huruf a No.35 Thn 2009. Kini kasus tersebut sedang ditangani Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur dan P 19 sebanyak 2 kali.

Made juga mengatakan, pihak Sat Reserse Narkoba dalam menangani kasus ini mengalami kendala dalam proses yaitu, tenggat waktu dalam menentukan BB yang ditemukan memakan waktu yang lama dalam prosesnya. Selain itu, tersangka dalam keadaan sakit dan dirawat di Bali, dan penyidik masih memenuhi petunjuk JPU untuk melakukan penyitaan terhadap kapal dan membuat surat keterangan dari rumah sakit yang sulit dipenuhi.

"kendala dalam prosesnya Sat Narkoba diberi waktu 3x24 jam untuk menentukan status tangkapan.
Hambatannya karena adalah daerah kepulauan jadi petugas harus keluar daerah untuk memeriksa alat, jenis barang ke labfor Bali atau Kupang,"Kata Made.

Sedangkan untuk penangan kasus tahun 2018 itu, kata Made, pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Sumba Timur, tidak ditemukan hambatan dalam penanganan perkaranya.

Made juga mengatakan, dalam kasus narkotika sejauh ini, cara transaksinya melalui online, pengiriman menggunakan jasa expedisi dengan nama fiktif. Pengambilan barang menggunakan resi dan nomor hand phone penerima.

Ketika ditanya apakah perlu hadirnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) di Sumba Timur, kata Made, sangat diperlukan.

Hobinya Traveling, Intip Rahasia Kecantikan Istri Dimas Anggara Artis Nadine Chandrawinata

Murah & Mudah, 6 Manfaat Air Rebusan Jahe, Tak Disangka No 4 Bikin Badan Sehat

"Amat sangat perlu hadirnya BNN di Sumba Timur. Informasi dari Kasat Narkoba Polres Sumba Timur, bahwa Pemda Sumba Timur juga sudah menyiapkan tempat sekaligus gedungnya, namun pembiayaannya ada rekomendasi dari BNN Propinsi untuk bisa diajukan ke DPRD dalam APBD,"pungkas Made. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved