Korban Keracunan Makanan Di TTS Mencapai 98 Orang, Ini Yang Dikonsumsi Para Korban

Tim reaksi cepat sudah turun ke lokasi untuk menyisir para korban agar bisa dibawa ke fasilitas kesehatan. Kita pastikan seluruh korban ditangani

Korban Keracunan Makanan Di TTS Mencapai 98 Orang, Ini Yang Dikonsumsi Para Korban
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak para korban diduga keracunan makanan sedang duduk di lorong ruang rawat inap karena keterbatasan tempat tidur yang tersedia

Korban Keracunan Makanan Di TTS Mencapai 98 Orang, Ini Yang Dikonsumsi Para Korban

POS-KUPANG. COM|SOE -- jumlah korban Kasus Keracunan makanan di pesta pernikahan yang digelar di Desa Sei, Kecamatan Kolbano diperkirakan mencapai 98 orang.

Para korban dirawat secara terpisah di tiga Puskesmas, Yaitu Puskesmas Panite, Kolbano dan Sei. Para korban umumnya mengalami gejalah pusing, mual-mual, muntah-muntah, diare hingga demam.

Kadis Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Eirene Atte mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dapat, jumlah korban yang dirawat di Puskesmas Sei mencapai 80 orang. Ini belum termaksud dengan korban yang dirawat di Puskesmas Panite dan Kolbano.

Data yang diperoleh pos kupang.com, data korban yang dirawat di Puskesmas Panite mencapai 18 orang.
Tim reaksi cepat Dinas Kesehatan juga telah turun ke lokasi guna menyisir para korban dari Panite hingga ke Sei.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan koordinasi dengan pihak puskesmas terkait tenaga medis dan obat-obatan untuk para korban.

"Tim reaksi cepat sudah turun ke lokasi untuk menyisir para korban agar bisa dibawa ke fasilitas kesehatan. Kita pastikan seluruh korban ditangani dengan baik di fasilitas kesehatan terdekat," ujarnya.

Yumina Asbanu (19), salah satu korban diduga keracunan makanan yang ditemui pos kupang.com, Selasa (15/2/2019) di ruang rawat inap Puskesmas Panite mengatakan, di tempat pesta, dirinya mengkonsumsi, nasi, mie kuning, sub daging babi, kerupuk, sayur daun pepaya dan sambal goreng.

Ia mengaku, pada hari Minggu, dirinya belum mengalami gejalah apa-apa. Namun pada Senin pagi dirinya mulai merasa pusing, mual-mual dan sakit pada bagian perutnya.

"Sabtu malam habis makan di pesta itu tidak ada gejala apa-apa. Hari Minggu juga masih sehat. Senin pagi itu baru mulai rasa pusing, mual-mual dan demam," tuturnya.

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu mengatakan, usai mendapatkan informasi adanya korban keracunan makanan di Desa Oebelo, bersama Kepala Puskesmas Panite, Armawati Ton, A.Md., Keb melakukan penelusuran di desa Bena dan Oebelo untuk mencari korban keracunan lainnya.

Model Cantik Ini Ngaku Punya Anak dari Tommy Soeharto, Sempat Geger dan Rumah Tangga Hancur

LIVE STERAMING dan Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Vietnam Selasa 15/10 Malam Ini

Shandy Harun Ngaku Punya Anak dari Tommy Soeharto, Model Era 80-an itu Dinikahi Putra Soeharto?

"Kami pakai mobil dinas camat dan ambulans puskesmas jemput para korban dan langsung bawa ke Puskesmas Panite," katanya. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved