Ini Penjelasan Perumda Air Minum Seusai Serah Terima Mata Air Wae Mese

Ini Penjelasan Perumda Air Minum Tirta Komodo Seusai Serah Terima Mata Air Wae Mese

Ini Penjelasan Perumda Air Minum Seusai Serah Terima Mata Air Wae Mese
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Direktur Perumda Air Minum Bersih Tirta Komodo, Man Klemens 

Ini Penjelasan Perumda Air Minum Tirta Komodo Seusai Serah Terima Mata Air Wae Mese

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo Kabupaten Manggarai, Man Klemens menegaskan, siap mengelola Mata Wae Mese untuk kepentingan kebutuhan air minum bersih bagi warga.

Demikian penegasan Man Klemens dalam rilisnya kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Sabtu (12/10/2019) pagi.

Posisi Persib Bandung di Klasemen Melorot, Target Kapten Maung Bandung di Sisa Laga Putaran Pertama

Man menjelaskan, Mata Air Wae Pong dan Wae Mese saat ini melayani (tigaperempat) masyarakat pelanggan di Kota Ruteng.

Saat ini, kata Man, terdapat 6 (enam) jaringan perpipaan yang mengambil air dari Wae Mese 1.

"Dan dengan tercapainya kesepakatan ini, Perumda Air Minum Tirta Komodo akan mendesain ulang jaringan distribusi sampai ke lokasi pelayanan/ lokasi pemukiman," tegas Man.

Laga Persib Bandung vs Persebaya Dipindahkan ke Bali, Pentolan Viking Persib Club Agus Rahmat Kecewa

Perumda Tirta Komodo juga menyatakan kesiapan untuk menerima para pengguna air swadaya Delsos Keuskupan Ruteng untuk menjadi pelanggan air minum.

Perwakilan masyarakat Petrus Tagus mengapresiasi langkah yang diambil Perumda Air Minum Tirta Komodo untuk mengelola Sumber Mata Air Wae Mese.

Ia mengaku, selama ini tata kelola air swadaya sering kali bermasalah dan kurang adil dalam pendistribusian air sehingga sering terjadi gesekan antar sesama pengguna, karena tata kelola yang tidak jelas.

"Kami mendukung jika mata air Wae Mese 1 dikelola Perumda dan berharap pelayanan air minum di Kota Ruteng bisa maksimal," ungkap Tagus.

Perwakilan pemilik lahan Lon Huda menambahkan, dengan pengelolaan Wae Mese 1 oleh Perumda Tirta Komodo akan mencegah oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan pungutan liar kepada pengguna air swadaya.

"Sedikit rusak pipa, oknum tertentu minta banyak ke pemakai. Selama ini kami keluarga terlalu banyak alami sakit hati. Dan ini terlalu sedih untuk dikenang. Kami mengusulkan agar warga Waso Bea lebih baik pasang meteran dan masuk menjadi pelanggan PAM, sehingga tidak ada lagi oknum yang mengatasnamakan pengelola air swadaya," kisah Lon. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved