Breaking News

TNK Akan Dikelola Secara Kolaborasi

Pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) akan dilakukan secara kolaborasi, yakni antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Dr. Marius Ardu Jelamu 

TNK Akan Dikelola Secara Kolaborasi

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) akan dilakukan secara kolaborasi, yakni antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT.

Kolaborasi ini akan dimulai dari pengelolaan untuk kawasan Pulau Komodo.

Hal ini disampaikan Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Marius Jelamu,M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/10/2019).

Menurut Marius, sesuai hasil pertemuan dengan pemerintah pusat, disepakati bahwa pengelolaan TNK dilakukan secara kolaborasi.

"Kementerian LHK juga memberi kesempatan Pemerintah pusat menerika gagasan Gubernur NTT, bahwa TNK harus dikonservasi.

Kementerian LKH sementara mendisain proses ini dan kontennya bahwa kawasan itu akan dikelola bersama," kata Marius.

Dijelaskan, memang kewenangan pengelolaan TNK ada di pemerintah pusat, namun gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah juga perlu mengontrol pengelolaam tersebut.

"Pemprov NTT juga akan mengelola 0-12 mil laut," katanya.

Dikatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT sementara mendisain secara teknis.

TNK harus memberi nilai tambah ekonomi,bukan saja pemerintah pusat tapi juga kepada Pemprov NTT dan Pemkab Manggarai Barat.

"Jika dikelola dengan baik, maka TNK bisa mendapatkan penerimaan milyaran bahkan bisa mencapai triliun rupiah dalam setahun," katanya.

Terkait biaya masuk, Marius mengakui, biaya masuk ke TNK masih terlampau murah, yakni Rp 150.000 bagi wisatawan mancanegara. Karena itu, setelah dikonservasi dengan baik, maka diharapkan ada peningkatan biaya masuk.

"Biaya masuk ini rendah jika dibandingkan kalau kita masuk atau berkunjung ke obyek wisata di luar negeri. Kita rencana untuk masuk ke TNK kedepan akan menggunakan member card. Kita rencana biaya masuk untuk wisatawan mancanegara Rp 10 Dolar," katanya.

Sedangkan menyangkut tujuan konservasi,dia mengatakan, dengan konservasi diharapkan kawasan TNK menjadi lebih terjaga dan terkonsentrasi dengab baik.

"Kita harapkan agar Komodo bisa berkembang dengan baik. Kita kehendaki Komodo di sana memiliki panjang tubuh bisa mencapai 2,5 meter hingga 3 meter. Selain itu, Komodo juga hidup secara liar," ujarnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved