Senin, 20 April 2026

Gunakan Sistem Sel, Pergerakan Kelompok JAD Sulit Dideteksi, Ini Penjelasan Kepala BIN Budi Gunawan

Gunakan sistem sel, pergerakan Kelompok JAD sulit dideteksi, ini penjelasan Kepala BIN Budi Gunawan

Editor: Kanis Jehola
TRIBUNNEWS.com/HERUDIN
Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan 

Gunakan sistem sel, pergerakan Kelompok JAD sulit dideteksi, ini penjelasan Kepala BIN Budi Gunawan

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Gunakan sistem sel, pergerakan Kelompok JAD sulit dideteksi, ini penjelasan Kepala BIN Budi Gunawan.

Kepala Badan Intelijen Negara ( BIN) Budi Gunawan mengatakan bahwa aparat sebenarnya sudah mendeteksi pergerakan kelompok Jamaah Ansarud Daulah ( JAD) di Bekasi.

Bahkan, termasuk pergerakan SA alias Abu Rara, salah satu pelaku penikaman Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

Dikecam karena Berlaku Kasar Terhadap Emil Salim, Ini Tanggapan Politisi PDIP Arteria Dahlan

"Dari awal sudah disampaikan bahwa kami mendeteksi kelompok-kelompok JAD. Termasuk saudara Abu Rara ini," ujar Budi saat dijumpai di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Menko Polhukam Wiranto (tengah) memberi keterangan pers usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, sebelum ditusuk pasangan suami istri Syahril dan Fitri Andriana, sesaat turun dari mobil dan akan menuju helipad, di Menes, Banten, Kamis (10/10/2019).
Menko Polhukam Wiranto (tengah) memberi keterangan pers usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, sebelum ditusuk pasangan suami istri Syahril dan Fitri Andriana, sesaat turun dari mobil dan akan menuju helipad, di Menes, Banten, Kamis (10/10/2019). (KOMPAS.com/ANTARA FOTO/WELI AYU REJEKI)

Namun, JAD memiliki sistem sel yang masing-masing bergerak sendiri-sendiri. Sistem inilah yang menjadi kendala aparat memantau keseluruhan pergerakan mereka.

"Karena mereka pergerakannya sistem sel. Sel itu kan titik kecil-kecil, orang per orang," ujar dia.

Budi pun meminta masyarakat berkontribusi untuk menjaga keamanan di wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

"Kami mohon bantuan dari seluruh warga masyarakat untuk mengawasi bibit-bibit ini," lanjut Budi.

Diberitakan, Wiranto ditikam pada bagian perut di dekat pintu gerbang Lapangan Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Jokowi Perintahkan Polri, BIN, dan TNI Usut Tuntas Penusukan Wiranto Sampai ke Akarnya

Pelaku diketahui berjumlah dua orang yang merupakan pasangan suami istri. Pelaku laki-laki atas inisial SA alias Abu Rara. Sementara sang istri berinisial FA.

Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). (KOMPAS.com/ANTARA FOTO/Dok Polres Pandeglang)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Dedi Prasetyo menjelaskan, dua pelaku awalnya berpura-pura hendak menyalami Wiranto.

"Ya pelaku mencoba bersalaman, seperti warga bertemu pejabat," ujar Dedi saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Kamis siang.

Setelah berhasil mendekati Wiranto, pelaku laki-laki yang berinisial SA alias Abu Rara langsung mengeluarkan pisau kecil dan melayangkan tikaman ke perut Wiranto.

"Laki-laki membawa senjata tajam. Ini masih didalami, pisau atau gunting," ujar Dedi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved