Eks Restoran Teluk Kupang Dijadikan Bioskop Gerimis Bubar
Eks Restoran Teluk Kupang yang terletak di Kelurahan Kelapa Lima dan Kecamatan Kelapa Lima akan dimanfaatkan untuk membangun Bioskop Gerimis Bubar
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Eks Restoran Teluk Kupang yang terletak di Kelurahan Kelapa Lima dan Kecamatan Kelapa Lima akan dimanfaatkan Pemkot Kupang untuk membangun Bioskop Gerimis Bubar (Misbar).
Semi bioskop ini rencananya akan menjadi wadah bagi seluruh seniman, Komunitas, dan budayawan yang berada di Kota Kupang berkreasi seni dan budaya. Misalnya, mempertunjukkan segala jenis tarian atau film yang diangkat dari kearifan lokal.
Demikian disampaikan oleh Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore pada acara peletakan batu pertama Bioskop gerimis bubar (Misbar) yang didampingi deputi III bidang infastruktur badan ekonomi kreatif,(Bekreaf) Dr. Hari Sungkari, Rabu (9/10/2019).
• BREAKING NEWS : 6 Paus di Sabu Raijua NTT Berhasil Dikembalikan ke Laut, 9 Mati, 2 Luka Parah
Jefri menjelaskan, Misbar tersebut akan dibangun mulai hari ini, Kamis (10/10/2019) dan akan selesai pada Desember 2020.
Dikatakannya, bioskop itu, akan dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari anggaran Badan Ekonomi Kreatif pusat (Bekraf). Pemkot Kupang tidak akan keluarkan apa-apa untuk membangun Misbar itu karena semua anggaran dari pemerintah pusat.
• Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Alak Kupang Tersangka Disoraki Keluarga Korban
Lanjutnya, Bekraf datang ke Kota Kupang untuk membantu dan memberi harapan bagi masyarakat khususnya para seniman.
"Ini momentum besar dimana Bekraf, tidak henti-hentinya memberikan support kepada Kota Kupang dengan memberi anggaran besar untuk membangun gedung seni, sehingga semua kebudayaan lokal Kota Kupang dapat dilestarikan dan ditampilkan di Misbar ini", kata Jefri.
Selain gedung Misbar, Bekraf juga banyak membantu masyarakat di Kelurahan Penkase-Oeleta dalam mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat yakni tenunan, tarian, dan kesenian lainnya dibantu sepenuhnya oleh Bekraf.
Program yang diberikan Bekraf untuk masyarakat Penkase adalah Indobesia Kolaborator kreatif Nusantara (ICON) yang mana membantu mendesain rumah dan tempat tenun masyarakat Kelurahan Penkase.
Sebelum dibantu Bekraf, hasil kreasi tenunan masyarakat Penkase sangat murah harga kain yang dihasilkan masyarakat, tetapi setelah dibantu harga kain tenun masyarakat Kelurahan Penkase menjadi mahal karena ada sentuhan estetisnya.
Untuk diketahui hasil kain tenunan masyarakat Penkase yang dipamerkan di Solo itu dihargai Rp 2 juta. Karena itu, Pemkot dan masyarakat Kota Kupang secara keseluruhan berterima kasih kepada seluruh pimpinan Bekraf di Jakarta.
Jadi hari ini, akan tercatat dalam sejarah bahwa Kota Kupang secara khusus dibantu Bekraf untuk membangun gedung seni supaya gedung tersebut digunakan oleh seluruh seniman Kota Kupang.
Tidak lupa orang nomor satu di Kota Kupang ini berterima kasih kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Troice Balina Uly Oey yang telah memperjuangkan aggaran sehingga Bekraf memilih Kota Kupang untuk dibantu. Karena banyak tempat yang tidak mendapat bantuan seperti kota ini.
"Jadi sebagai pimpinan di Dinas Pariwisata Kota Kupang, kalau tidak kreatif untuk mengirim proposal ke pemerintah pusat maka daerah ini tidak akan dapat apa-apa. Karena pemerintah pusat juga pasti tidak tahu mau membantu apa sehingga kita yang butuh anggaran harus berjuang untuk berebutan dengan daerah lain juga," ungkapnya.
Sementara deputi 3 bidang infastruktur badan ekonomi kreatif,(Bekreaf) Dr. Hari Sungkari, pada kesempatan itu mengatakan, DPR RI baru mensahkan RUU ekonomi kreatif. Sebab di dalam RUU ekonomi kreatif disebutkan bahwa ekonomi kreatif itu adalah proses nilai tambah dari manusia yang didalamnya ada budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jadi tarian-tarian yang ditampilkan tadi dalam menyambut tim Bekraf, sangat kami apresiasi dan Bekraf memiliki tugas sekarang untuk memperkenalkan tarian NTT di seluruh nusantara ini. Bekraf bertugas menyebarkan hal-hal positif dari seluruh Indonesia baik itu kostum, tarian, dan budaya.
"Supaya masyarakat Indonesia mengetahui bahwa ada hal-hal yang indah di NTT khususnya Kota Kupang. Apalagi sekarang banyak masyarakat Indonesia memakai motif-motif dari sini. Sehingga Bekraf berkomitmen untuk mengajar masyarakat terkait berbagai kreatifitas sebagai nilai tambah atas produk-produk lokal," ungkapnya.
Misbar yang akan dibangun Bekraf di eks teluk Kupang adalah semi bioskop yang serbaguna. Yang mana Misbar fungsinya adalah, untuk menonton film, menampilkan berbagai tarian daerah di NTT yang menampilkan kearifan lokal.
Selain itu, Misbar juga harus berfungsi sebagai ruang diskusi untuk mengkritisi berbagai seni sebelum ditampilkan atau dijual ke seluruh nusantara mapun luar negeri. Sebab salah satu kelebihan Indonesia dalam bidang ekonomi adalah warisan budaya. Karena itu, Bekraf mengajak masyarakat NTT maupun Indonesia untuk menggali seluruh potensi kearifan lokal kita untuk memberi nilai tambah sehingga bernilai ekonomi tinggi.
Semua kearifan lokal, kata dia, harus diberi sentuhan estetika, teknologi, dan seni supaya layak dipertotonkan kepada seluruh bangsa Indonesia dan dunia tentunya. Karena itu, Misbar ini harus dibangun secepatnya supaya selesai pada Desember 2019.
"Jadi bagi Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan jajaran, saya akan datang bulan Desember mendatang untuk melihat lebih banyak tarian di Misbar ini dan jangan lupa undang saya pak", kata Deputi Hari Sungkari. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/eks-restoran-teluk-kupang-dijadikan-bioskop-gerimis-bubar.jpg)