BREAKING NEWS: Isak Tangis Keluarga Warnai Evakuasi Jenazah Warga Airnona Tewas di TPU Mapoli
BREAKING NEWS: isak tangis keluarga warnai evakuasi jenazah warga Airnona tewas di TPU Mapoli
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
Beberapa keluarga korban mengaku sempat melihat korban sekitar pukul 09.00 Wita.
Saat ditemukan, terlihat korban mengenakan baju kaos berwarna hitam, celana pendek warna kuning dan tas samping warna merah berukuran kecil.
Aparat kepolisian dari Polsek Oebobo Polres Kupang Kota yang mendapatkan informasi, selanjutnya turun ke TKP dan membatasi TKP menggunakan garis polisi.
Sementara itu, Tim Inafis Satreskrim Polres Kupang Kota yang tiba di lokasi pada pukul 12.21 Wita langsung melakukan olah TKP.
Tim Inafis Satreskrim Polres Kupang usai melakukan olah TKP langsung mengevakuasi jenazah korban ke ambulans RSB Drs Titus Ully Kupang.
Jenazah korban langsung dibawa ke RSB Drs Titus Ully Kupang untuk dilakukan visum.
Ketua RT 17 RW 4 Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Magdalena Manu (57) mengaku kaget mengetahui korban meninggal dunia dengan cara tergantung.
"Beta (saya) dengar dari warga, lalu saya langsung lari ke sini," paparnya.
Diakuinya, korban yang berprofesi sebagai wiraswasta merupakan warga yang dikenal baik di lingkungan tersebut.
Sehingga, lanjut Magdalena, pihaknya juga tidak menyangka korban ditemukan tewas.
"Kemarin masih ke rumah saya dan kami sempat makan sirih pinang sama-sama. Dia juga sempat pijit beta," katanya.
Rumah korban hanya berjarak sekitar 150 meter dari TKP dan warga sekitar juga sempat melihat korban pada pukul 09.00 Wita.
Sementara itu, Linda Haba (39), mantan istri korban mengaku, malam sebelum kejadian, korban sempat melakukan video call dengan anaknya yang tinggal di luar Kota.
"Dia sudah punya anak dengan saya, hanya kami tidak menikah. Tapi, anak-anak saya yang rawat," katanya.
"Dia tadi malam masih video call dengan anaknya, bilang mau lihat cucunya juga, tumben sekali. Biasanya tidak begitu," tambahnya.