Bawang Merah Adalah Komodoti Unggulan Revolusi Pertanian Malaka

Tanaman bawang merah merupakan komodoti unggulan program Revolusi Pertanian Malaka

Bawang Merah Adalah Komodoti Unggulan Revolusi Pertanian Malaka
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Bupati Malaka Stefanus Bria Seran bersama ketua dan anggota DPRD serta tim pakar RPM memanen bawang merah RPM di Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, Senin (2/10/2019). 

Tanaman bawang merah merupakan komodoti unggulan program Revolusi Pertanian Malaka

POS KUPANG.COM| BETUN---Salah satu komoditi unggulan Revolusi Pertanian Malaka (RPM) adalah bawang merah. Komoditi ini mulai dikembangkan di Malaka sejak tahun 2017 di masa kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Daniel Asa (Alm).

Data yang diperoleh dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka menunjukan, tahun 2017 pemerintah mengembangkan bawang merah dengan luas tanam 50 hektare di tiga desa yaitu Desa Fafoe 50 hektare, Umatoos 20 hektare 20 hektare dan Desa Oanmene 10 hektare.

721 Ekor Kuda Uji Kecepatan di Arena Pacuan Kuda Rihi Eti, Waingapu Rebut Piala Bupati Sumba Timur

Hasil yang diperoleh sangat menggembirakan yakni 561 ton dengan produktivitas sebesar 11 ton per hektare.

Tahun 2018 pemerintah mengembangkan lagi komoditi bawang merah dengan luas tanam 260 hektare yang terdiri dari 180 hektare didanai oleh APBD II dan 80 hektare dana dari APBN.

Hasil yang diperoleh tahun 2018 juga sangat menggembirakan yaitu mencapai 2.735,95 ton dengan produktivitas 10 ton per hektare.

Manajemen PLN NTT Sebut Penilaian Gratifikasi LPPN RI Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Di tahun 2019, pemerintah mengembangkan bawang merah seluas 175 hektare yang sumber dananya dari APBD II, APBD I dan APBN. Rincian, dana APBD II untuk pengembangan bawang merah seluas 150 haktere, APBD I seluas lima hektare oleh APBN seluas 20 hekter.

Untuk bawang merah APBD II dikembangkan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Malaka Barat, Weliman dan Malaka Tengah. APBD I dikembangkan di Kecamatan Kobalima, sedangkan bawang merah APBN dikembangkan di Kecamatan Malaka Timur dan Laenmanen. Hasil produksi bawang merah tahun 2019 akan diketahui setelah semuanya panen.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan, salah satu komoditi unggulan Revolusi Pertanian Malaka (RPM) adalah bawang merah yang dikembangkan sejak tahun 2017 hingga 2019. Komoditi ini akan terus dikembangkan di tahun-tahun yang akan datang karena hasilnya sangat baik dan dapat meningkatkan pendapatan petani di pedesaan.

Dengan luasan pengembangan bawang merah yang semakin meningkat itu ternyata telah mendorong sebagian petani untuk membudidaya bawang merah secara mandiri. Hal itu terbukti, seluas 20 hektare ditanam bawang merah secara mandiri oleh petani di Desa Motaain dan delapan hektare di Desa Fafoe.

Pemerintah berharap masyarakat Malaka semakin termotivasi dengan hasil ini dan berusaha mengembangkan pada skala yang lebih besar.

Selain itu, masyarakat Malaka diharapkan tekun berusaha merawat tanaman bawang merah dengan baik agar memberikan hasil yang maksimal sekaligus meningkatkan penghasilan dalam keluarga.

Bupati Stef menambahkan selain bawang merah, di tahun 2019 ini pemerintah juga mengambangkan bawang putih seluas 20 hektare yang didanai oleh APBN. Luasan ini tersebar di dua kecamatan yakni, Kecamatan Rinhat seluas 15 hektare dan Kecamatan Sasitamean lima hektare. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved