Persib Protes PT LIB Soal Wasit, Ini Poin Jadi Perhatian Utama Soroti Kinerja Wasit Faulur Rosy
Persib Protes PT LIB Soal Wasit, Ini Poin Jadi Perhatian Utama Soroti Kinerja Wasit Faulur Rosy
Adapun tim tuan rumah, Madura United, hanya mendapat sembilan pelanggaran di mana empat di antaranya diberikan setelah hadiah penalti.

"Menurut pendapat kami, data statistik tersebut menunjukkan sesuatu yang tidak wajar dan perlu dievaluasi lebih lanjut," bunyi kutipan dalam surat bernomor 01/DIR-PBB/X/2019 itu tanggal 7 Oktober 2019.
Poin kedua dalam surat protes Persib adalah waktu injury time yang dinilai tak masuk akal.
Faulur Rosy hanya memberikan dua menit injury time dengan banyaknya pelanggaran yang terjadi selama pertandingan.
Baca Juga: Timnas U-23 Indonesia Kemungkinan Panggil 2 Pemain Senior Ini di SEA Games 2019
Apalagi pada menit ke-81 gelandang Persib, Omid Nazari, mengalami cedera dan membutuhkan waktu perawatan lebih dari dua menit.
"Selain itu, dengan mempertimbangkan banyaknya pelanggaran yang menyebabkan pertandingan terhenti cukup lama. Sebagai contoh insiden pelanggaran penalti dan pelanggaran terhadap Omid Nazari sendiri sudah menghabiskan waktu sekitar hampir 6 menit), dan wasit hanya memberikan tambahan waktu 2 menit," tulis surat tersebut.
Untuk menghindari hal serupa terjadi lagi, Persib meminta PT LIB dan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk mengevaluasi wasit Liga 1 2019.
Dengan demikian diharapkan iklim kompetisi yang fair dan sportif bisa didapatkan di Indonesia.
"Kami mohon agar wasit yang bertugas pada pertandingan Liga 1 2019, hari Sabtu, 5 Oktober 2019 antara Madura United dan Persib Bandung bertempat di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, untuk dievaluasi apakah sudah menjalankan tugasnya dengan fair."
"Apabila pendapat kami adalah benar, kami mohon agar wasit tersebut diberikan sanksi yang memadai serta tidak lagi ditugaskan untuk selama-lamanya," tulis surat bertanda tangan direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, itu.
Selain kepada PT LIB, surat tersebut juga disampaikan sebagai tembusan kepada Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, Sekjen PSSI Ratu Tisha, Ketua Komdis PSSI Asep Edwin, dan Ketua Komite Wasit PSSI Condro Kirono.