Warga NTT di Wamena-Papua Minta Dipulangkan Pemprov NTT
warga NTT di Wamena berharap bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT memulangkan mereka dari Wamena ke daerah asalnya di NTT.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
BEAKING NEWS : Warga NTT di Wamena-Papua Minta Dipulangkan Pemprov NTT
POS KUPANG.COM I KUPANG--Sedikitnya ratusan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) di Wamena, Papua kini tengah mengungsi pasca kejadian di wilayah ini.
Mereka saat ini ini berada di dua tempat pengungsian yang berbeda yakni sekitar 200 lebih jiwa di Batalyon 751 dan sebagiannya lagi yang jumlahnya belum terhitung jumlahnya di pengungsian Rindam Ifar Gunung Sentani-Kabupaten Jayapura.
Para warga NTT di Wamena berharap bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT memulangkan mereka dari Wamena ke daerah asalnya di NTT.
Kristian Satu, salah seorang warga NTT yang kini berada di lokasi pengungsian dari Wamena kepada Wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (6/10/2019) menyampaikan bahwa warga NTT di Wamena tengah mengungsi.
Warga yang berada di pengungsian berasal dari beberapa Kabupaten di NTT diantaranya dari Kabupaten Manggarai, Nagekeo dan beberapa warga dari Daratan Timor.
Dirinya mengaku sudah 2 minggu lebih berada di tempat pengungsian.Sebelumnya mereka ditampung di Wamena dan saat ini mereka sudah dipindahkan ke Batalyon 751 Sentani.
"Kami semua mau dipulangkan. Kami yang ada di pengungsian ini berdomisili di Wamena.Kami mau dipulangkan karena situasi disini masih belum aman sejak tragedi beberapa hari lalu," ujar Kristian.
Kristian juga mengaku yang ada di tempat pengungsian hanya warga NTT karena pengungsi dari daerah lain seperti Sulawesi dan Jawa sudah dipulangkan oleh Pemerintah Daerah masing-masing tempat asalnya.
"Kami sudah didata, tapi informasi yang disampaikan pihak batalyon mereka akan difasilitasi untuk keluar dari Wamena menuju Makasar. Sedangkan perjalanan selanjutnya ke NTT ditanggung sendiri oleh para pengungsi," tambahnya.
Sementara Bernadeta Wea Pengungsi asal Kabupaten Nagekeo menuturkan bahwa ia bersama 3 anaknya serta suami sudah 2 minggu di tempat pengungsian. Dirinya mengakui situasi di Wamena sampai saat ini belum kondusif.
"Kami trauma dengan kejadian di sini sehingga kami minta pulang ke NTT. Semoga Pak gubernur dan Pak Wagub bisa membantu kami untuk pulang ke kampung halaman," harap Bernadeta.
Secara terpisah Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, dr. Mese Ataupah mengatakan bahwa masih melaporkan kepada Gubernur dan masih koordinasi dengan pihak kementerian.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/warga-nusa-tenggara-timur-ntt-di-wamena.jpg)