Bupati Malaka Minta Bangun Puskesmas, Begini Respon Menteri Kesehatan
Ketika Bupati Malaka Stefanus Bria Seran minta Bangun puskesmas, bgini respon Menteri Kesehatan
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
Ketika Bupati Malaka Stefanus Bria Seran minta Bangun puskesmas, bgini respon Menteri Kesehatan
POS-KUPANG.COM| BETUN - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) memberikan respon positif terkait permintaan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran untuk membangun puskesmas-puskemas di Malaka serta peningkatan sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan ( RSUPP) Betun.
Pasalnya permintaan dari Bupati Malaka Stefanus Bria Seran itu sejalan dengan program Kementerian Kesehatan dalam hal peningkatan pelayanan di Puskesmas dengan membangun gedung yang berstandar dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
• Pilkada 2020, Stefanus Bria Seran Daftar di PKB Malaka
Kemudian, sejalan dengan program Nawacita Presiden Jokowi, Kementerian Kesehatan terus memberikan perhatian lebih bagi daerah-daerah perbatasan termasuk Kabupaten Malaka.
Menkes menyambut positif permintaan dari Bupati Malaka dan akan ditindaklanjuti oleh kementarian.
Menkes mengatakan demikian saat acara Pencanangan Bulan Kaki Gajah Nasional yang berlangsung di Kota Betun, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Jumat (4/10/2019) malam.
• Danlantamal VII Pimpin Apel Perayaan HUT TNI ke-74 di Kupang
Menurut Menkes, setelah mendengar permintaan dari Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, ia sangat gembira karena permintaan tersebut sesuai dengan program dari Kemenkes yakni memperkuat pelayanan di tingkat puskesmas.
"Bapak tadi memerlukan puskesmas, saya sangat gembira. Memang puskesmas atau pelayanan primer ini sangat dibutuhkan oleh kita semua", kata Menteri Kesehatan disambut tepukan tangan meriah dari hadirin.
Lanjut Menkes, puskesmas merupakan pelayanan primer dalam bidang kesehatan sehingga ketersedian fasilitas seperti gedung dan alat kesehatan menjadi perhatian Kemenkes. Kemudian, Kemenkes juga memberikan perhatian terhadap SDM di puskesmas melalui pengiriman tenaga dokter ke puskesmas-puskemas di seluruh Indonesia termasuk NTT.
"Bapak usulkan tenaga dokter. Nanti kita kirim dokter intership untuk magang di Malaka di rumah sakit dan puskesmas. Kemudian kita bisa mengirim nusantara sehat. Jika memang bapak perlu dokter spesialis, bapak minta dan akan kami berikan", kata Menkes.
Saat acara Pencanangan Bulan Kaki Gajah Nasional di Malaka, Bupati Stefanus Bria Seran selaku tuan rumah meminta dua hal kepada Menteri Kesehatan. Pertama, membangun lagi 10 gedung puskesmas-puskesmas di Malaka yang berstandar nasional. Kedua, membantu peningkatkan fasilitas di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun.
"20 puskesmas sudah dibangun dan 10 puskesmas sudah berstandar jadi tinggal 10 puskesmas. Saya percaya kunjungan ibu menteri saat ini, 10 puskesmas yang sisa itu bisa dibangun sebelum masa jabatan kami selesai", pinta Stefanus Bria Seran.
Kedua, Pemkab Malaka memiliki rumah sakit yang dinamakan Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP). Diharapkan RSPP Betun menjadi rumah sakit terbaik sehingga perlu diperhatikan oleh kementerian kesehatan dalam meningkatkan sarana prasarana dengan mengalokasikan anggaran yang lebih buat RSPP Betun.
Menurut Bupati Stef, dalam pembiayaan rumah sakit ada tiga komponen, pertama investasi, kedua operasional dan ketiga perawatan.
Untuk investasi, Pemkab Malaka merasa berat sehingga membutuhkan perhatian dari Kementerian Kesehatan untuk menangani hal investasi. Sedangkan komponen operasional dan pemeliharaan diserahkan kepada pemerintah daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketika-bupati-malaka-stefanus-bria-seran-minta-bangun-puskesmas-bgini-respon-menteri-kesehatan.jpg)