Selasa, 5 Mei 2026

Antisipasi Virus Demam Babi Afrika di NTT, Pemerintah Terjunkan Tim Reaksi Cepat

Tim reaksi cepat berjumlah 18 orang ini terdiri dari tiga regu yang masing masing berjumlah enam orang.

Tayang:
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Ir Danny Suhadi saat diwawancarai wartawan pada Rabu (2/10/2019). 

Antisipasi Virus Demam Babi Afrika di NTT, Pemerintah Terjunkan Tim Reaksi Cepat

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dalam rangka mengantisipasi potensi penyebaran Virus Demam Babi Afrika (African swine fever/ASF) sampai ke wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah Provinsi langsung menerjunkan tim reaksi cepat. 

Tim reaksi cepat berjumlah 18 orang ini terdiri dari tiga regu yang masing masing berjumlah enam orang. 

"Kami telah membentuk 3 tim yang terdiri dari Dinas Peternakan, Balai Besar Veteriner Denpasar dan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian RI untuk dapat terjun langsung ke wilayah perbatasan. Usai rapat, sore ini tim reaksi cepat langsung ke perbatasan," ujar Kepala Dinas Peternakan NTT Ir. Danny Suhadi kepada POS-KUPANG.COM pada Rabu (2/10/2019) sore. 

Ia menjelaskan, tim tersebut akan melaksanakan upaya preventif baik  langsung ke masyarakat peternak maupun ke stakeholder terkait di wilayah perbatasan negara. 

Sosialisasi terhadap masyarakat dilaksanakan dalam sistem KIE yaitu Komunikasi, Informasi, dan Edukasi yang ditujukan langsung kepada masyarakat para peternak.

Selain upaya tersebut, Dinas Peternakan juga memanfaatkan media massa seperti radio, surat kabar, televisi dan online serta media sosial dan media publikasi seperti pamflet, spanduk dan banner sebagai wadah penyuluhan penanggulangan virus ini.

Selain itu, Suhadi juga menjelaskan bahwa telah dibuat regulasi dalam bentuk instruksi gubernur yang diharapkan akan segera disahkan untuk dapat ditindaklanjuti secara teknis di lapangan.

Instruksi tersebut berisi poin untuk memperketat keluar masuk lalu lintas di perbatasan, penguatan tindakan biosecurity terhadap ternak peliharaan serta upaya preventif lain untuk mencegah tertularnya ternak babi oleh virus AFS.

Sebagai langkah awal, Kepala Dinas Peternakan juga memberikan himbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengolah makanan yang berbahan dasar daging babi dengan baik. Sehingga, kemungkinan untuk terinfeksinya virus demam babi Afrika dapat ditanggulangi sejak dini.

Saat ini, virus demam babi afrika tengah menyerang ternak babi di beberapa wilayah negara Timor Leste (RDTL).

Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi kesehatan serta kondisi sosial dan ekonomi Indonesia terlebih masyarakat Provinsi NTT. 

AFS sendiri merupakan virus yang mematikan dan sangat menular dan tidak memiliki obat atau vaksin. Namun, virus ini tidak menjangkit manusia.

Meski manusia mengkonsumsi daging babi yang terjangkit, mereka tidak akan terkena virus AFS.

Ayu Ting Ting Disomasi Eks Suami Enji, Astrid Tiar Sewot, Mama Bilqis Enteng Bilang Gini

Kurangi Frekuensi Penerbangan Wings Air Tetap Beroperasi

Terungkap Sifat Asli Luna Maya yang Bikin Hubungannya dengan Reino Barack dan Ariel NOAH Kandas

Namun, virus ini telah menyebabkan kematian banyak babi dan mendatangkan malapetaka pada industri dan pasar babi global. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved