Direktur PDAM Pastikan Pasokan Air Selama Musim Kemarau Masih Normal

Direktur PDAM Lembata pastikan pasokan air selama musim kemarau masih normal

Direktur PDAM Pastikan Pasokan Air Selama Musim Kemarau Masih Normal
ISTIMEWA
Direktur PDAM Kabupaten Lembata, Simon Tery Langobele

Direktur PDAM Lembata pastikan pasokan air selama musim kemarau masih normal

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Direktur PDAM Kabupaten Lembata, Simon Tery Langobelen memastikan pasokan air bagi pelanggan di Kota Lewoleba dan sekitarnya tetap normal pada musim kemarau hingga November mendatang.

Dia mengakui musim kemarau memang membawa dampak bagi debit air tetapi pihaknya berupaya supaya pasokan air tetap stabil bagi para pelanggan.

Expo Uyelewun Raya Lembata Gandeng Kementerian Desa

Upaya transmisi dan pemeliharaan sumber air terus digiatkan. Para pegawainya juga rutin melakukan pemeliharaan sumber air setiap hari Jumat.

Simon mengatakan perusahaan air yang dikelolanya memanfaatkan tiga sumber mata air yaitu mata air Waigolo (mata air tua), mata air di Namawekak dan mata air di Paubokol.

Dari tiga sumber ini, air kemudian dialirkan ke Kota Lewoleba, sampai ke Desa Waijarang dan dua desa di Kecamatan Ile Ape, Larangwutun dan Muroona.

Ketua GMKI Cabang Kupang: Anggota DPR RI Asal NTT Harus Miliki Spiritualitas Tinggi

Pengembangan di wilayah Ile Ape akan terus dilakukan di tiga desa lagi yakni Desa Petuntawa, Riangbao dan Kolontobo.

"Sekarang di Riangbao sementara dilakukan pemasangan sambungan rumah," imbuh Simon saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/9/2019).

Saat ini pihak PDAM Kabupaten Lembata melayani sekitar 4 ribu pelanggan dan sampai saat ini menuturnya belum ada keluhan masyarakat soal air yang tidak keluar.

"Musim kemarau debit air berkurang sedikit. Tapi kita tetap siaga untuk Oktober nanti puncak musim kemarau."

Dia menambahkan sumber mata air Waigolo sebagai sumber mata air tua selalu dirawat kelestarian lingkunnya supaya debit air tidak berkurang. Caranya adalah dengan melakukan penghijauan atau reboisasi di daerah di sekitar pemukiman dan perkebunan warga.

Upaya reboisasi ini juga merupakan inisiatif dari desa supaya mata air tetap terjaga. "Perlindungan mata air aman. Kualitas sumber mata air juga aman. Kita kerja sama dengan dinas lingkungan hidup dan air minumnya layak dikonsumsi," tambah Simon.

Katanya, desa-desa pemilik mata air ini didukung langsung oleh pemerintah kabupaten.

"Sistemnya airnya gravitiasi, jadi dari sumber air langsung sampe ke rumah. Kita tidak pakai pompa air," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved