Mahasiswa di Ende Demo ke DPRD Saat Hari Libur, Lihat Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Ratusan Mahasiswa di Ende Demo ke DPRD saat hari libur, lihat apa yang terjadi selanjutnya?

Mahasiswa di Ende Demo ke DPRD Saat Hari Libur, Lihat Apa yang Terjadi Selanjutnya?
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Mahasiswa saat Berdemo di DPRD Ende, Sabtu (28/9/2019). 

Ratusan Mahasiswa di Ende Demo ke DPRD saat hari libur, lihat apa yang terjadi selanjutnya?

POS-KUPANG.COM | ENDE - Ratusan mahasiswa di Kota Ende menggelar aksi demo ke gedung DPRD Kabupaten Ende pada saat hari libur, Sabtu (28/9/2019).

Disaksikan POS-KUPANG.COM, kedatangan ratusan mahasiswa ke gedung DPRD Kabupaten Ende sempat dihalangi oleh sejumlah anggota Polwan dari Polres Ende di depan pintu masuk.

SMPN 1 Ende Rebut Piala Kemerdekaan

Kepada para mahasiswa, polisi menjelaskan bahwa anggota DPRD Kabupaten Ende sedang tidak berada di kantor karena sedang libur kerja.

Meskipun demikian para mahasiswa bersikeras untuk tetap masuk dan akhirnya masuk setelah dilakukan negosiasi dengan polisi.

Sebelum masuk para mahasiswa membentang poster dan juga melakukan orasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Ende. Dalam orasi para mahasiswa menolak keras RUUKUHP yang saat ini sedang digodok oleh DPR RI dan juga menolak revisi UU KPK.

Jadi Kepsek SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, Ini Harapan Hendrianto Emanuel Ndiwa

Saat masuk kedalam gedung DPRD Kabupaten Ende para mahasiswa kembali melakukan orasi dan juga membawakan puisi serta teater yang pada intinya mengkritisi kinerja oknum anggota DPR RI yang terkesan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan pribadi seperti menerima uang suap.

Salah seorang orator pada aksi demo, Bertolomeus E.B Angkat yang dikonfirmasi terkait dengan kedatangan para mahasiswa ke gedung DPRD Kabupaten Ende mengatakan bahwa pihaknya memang sudah mengetahui bahwa DPRD Kabupaten Ende memang tidak ada di tempat karena memang hari libur.

"Iya kami sudah tahu bahwa bakal tidak ada anggota dewan kami datang hari ini (Sabtu, 28/9/2019) sebagai peringatan kepada DPRD Kabupaten Ende untuk mereka bersiap menyambut mahasiswa karena kami akan datang lagi," katanya.

Sebelum meninggalkan gedung DPRD Kabupaten Ende para mahasiswa membacakan pernyataan sikap yakni yang menyatakan bahwa berdasarkan kajian terhadap permasalahan-permasalahan yang ada rancangan terkait dengan keberadaan UU atau (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), RUU KUHP, RUU Pertanahan dan RUU Permasyarakatan (PAS) yang merupakan hasil demokrasi saat ini maka mahasiswa Ende menunrut untuk membatalkan semua rancangan Undang-Undang (RUU) yang merugikan masyarakat RUU KPK, RUU KUHP, RUU Pertanahan (RUU PAS).

Khusus pada RUU KPK, mahasiswa Kabupaten Ende menuntut kepada Presiden untuk segera mengeluarkan Perpu UU KPK untuk mengggantikan UU KPK hasil revisi.

Para mahasiswa juga mengultimatim kepada DPR RI dan Presiden untuk menghentikan persekongkolan demokrasi yang menghasilkan RUU yang merugikan kepada rakyat.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Koodinator Umum, Yakobus Madya Sui menyatakan apabila tuntuan mahasiswa diabaikan, maka mahasiswa akan bergerak secara kolektif dengan kekuatan masa aksi yang lebih besar. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved