Sabtu, 25 April 2026

Los Tempat Jual Ikan Basah di Melolo, Sumba Timur Tidak Digunakan, Ini Alasannya

Los Tempat Jual Ikan Basah di Melolo, Sumba Timur Tidak Digunakan, Ini Alasannya

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Bangunan Los untuk pasar ikan basah di Melolo yang terancam mubazir. 

Los Tempat Jual Ikan Basah di Melolo, Sumba Timur Tidak Digunakan, Ini Alasannya

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Satu unit bangunan untuk Los tempat penjualan ikan basah yang dibangun oleh Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP) Kabupaten Sumba Timur di Melolo, Kelurahan Lumbukore, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur tak berfungsi alias terancam mubazir.

Sebab para penjual ikan tidak memanfaatkannya dan lebih memilih berjualan di bahu jalan Nasional Waingapu-Melolo.

PII Cabang Kupang Gelar Workshop Insinyur Profesional

'Itu pasar Melolo sudah bangun lama dulu, waktu itu sudah dirapatkan dengan Kelurahan untuk difungsikan dan sudah oke. Penjual ikan ternyata lebih suka jual di jalan,"ungkap Kepala DKP Sumba Timur, Markus K. Windi, S.Pi, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Minggu (29/9/2019).

Sekretaris DKP sumba Timur, Yohanis Njurumana,S.Pi,M.A.P, juga menambahkan, pembangunan los pasar untuk penjualan ikan basah itu adalah atas permintaan masyarakat Umalulu, sehingga pihaknya membangun los itu.

Presenter Najwa Shihab Klarifikasi Fotonya Bersama Tommy Soeharto, Keberatan Dituduh Antek Orde Baru

Setelah dibangun, jelas Yohanis, pihaknya juga sudah membentuk pengelolanya dan juga sudah melakukan rapat bersama dengab Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kelurahan.

"sebetulnya itu dibangun atas permintaaan masyarakat Umalulu, jadi kita sudah bentuk pengelolanya dan sudah rapat dengan pemerintah kecamatan dan Kelurahan,"ungkap Yohanis.

Yohanis mengatakan, kini belum dimanfaatkan karena saat ini tinggal menunggu dari pihak Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan sebagai pemilik lokasi dan mempunyai masyarakat untuk pemanfaatnya.

"sekarang tinggal menunggu dari mereka sebagai pemilik lokasi dan yang punya masyarakat untuk dimanfaatkan,"ungkap Yohanis.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Kamis (26/9/2019) terlihat, bangunan itu terletak di pinggir muara sungai Melolo di Kelurahan Lumbukore. Bangunan itu letaknya sekitar 150 meter dari depan jalan Nasional Sumba.

Ukuran bangunan itu, sekitar 15x8 meter dengan atap terbuat dari seng yang masih kelihatan baru, tiang tembok permanen tanpa dinding yang diberi cat putih yang mulai luntur, lantai keramik berwarna putih.

Di dalam los itu, dibangun meja panjang permanen dari tembok semen dan diatas meja dipasang keramik. Meja permanen itu dibangun sejajar satu di bagian timur dan satu di bagian barat dari bangunan itu.

Namun kedua meja panjang itu tak ada aktifitas penjualan ikan basah, bahakan tidak ada orang yang melakukan aktifitas jual beli ikan basah di dalam los itu.

Terlihat di dalam los itu hanya tersimlan sejumlah pukat milik nelayan dan juga sepasang sepiker aktive yang diletakan di atas meja permanen itu. Tampak juga ada lampu-lampu di pasang di atas bubung bangunan itu, dan terdapat sebuah metern listrik yang masih hidup.

Di dalam los itu juga tanpak satu unit ruangan diduga sebagai gudang. Namun pintu ruangan itu sudah rusak dan lapuk semua.

Di dalam ruangan itu tersimpan penuh dengan pukat milik nelayan. Terdapat juga kotoran sampah berserakan di lantai bangunan los itu. Tanpak di bahu jalan Nasional Waingapu-Melolo terdapat di sejumlah titik terdapat para penjual ikan basah mengadaikan ilan di bahu jalan itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved