Wabup Kupang Janji Pertemukan Petani Noelbaki Carikan Solusi Mengatasi Dampak Kekeringan

Jerry Manafe berjanji akan turun ke Noelbaki, Kupang Tengah, menemui langsung para petani.

Wabup Kupang Janji Pertemukan Petani Noelbaki Carikan Solusi Mengatasi Dampak Kekeringan
POS KUPANG/EDY HAYONG
Lahan sawah milik petani di Desa Noelbaki yang mengalami kekeringan akibat pasokan air dari Tilong yang sudah dihentikan. Gambar diabadikan, Kamis (26/9/2019) siang. 

Wabup Kupang Janji Pertemukan Petani Noelbaki Carikan Solusi Mengatasi Dampak Kekeringan

POS-KUPANG.COM I OELAMASI---Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Jerry Manafe berjanji akan turun ke Noelbaki, Kupang Tengah, menemui langsung para petani.

Dirinya telah menugaskan dua tokoh masyarakat pegiat pertanian yakni Okto Gasperz dan Nelson untuk mengumpulkan semua petani untuk duduk bersama mencarikan solusi.

Wabup Jerry Manafe kepada POS KUPANG.COM, Sabtu (28/9/2019) menyampaikan apresiasi terhadap media yang sangat peduli dengan masalah dan kesulitan masyarakat Petani Noelbaki. Terhadap kondisi kekeringan akibat pasokan air ke sawah yang kurang, dirinya harus mendengar langsung apa maunya petani sehingga diambil langkah cepat.

"Saya sudah minta tolong pak Nelson dan  pak Okto Gasperz kumpulkan para Petani agar hari Selasa (1/10/2019)  pagi saya turun ke Lokasi Sawah di Noelbaki untuk  cari solusi masalah air tersebut," tegasnya.

Dikatakannya, kehadiran ini untuk mendengar langsung apa solusi yang ditawarkan petani sehingga tidak hanya  habis di omong-omong namun langsung percepatan penyelesaian masalah," ujar Jerry.

Diberitakan sebelumnya,  sungguh menyedihkan kondisi sawah milik petani kelompok Rindu Sejahtera, Dusun Dendeng, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah.

Selama ini sawah seluas 200 hektar yang ada mendapatkan pasokan air dari Bendungan Tilong,namun sejak tanggal 6 September, pihak Balai Sungai Nusa Tenggara II menutup air ke irigasi.

Terhadap kondisi ini, luas areal yang ada yang kini sudah terancam kekeringan sudah mencapai 70 persen dan mengantisipasi agar padi tidak mati total maka petani mencoba menggunakan air tangki tapi tidak mampu dipasok ke semua lahan.

Kondisi ini diakui Ketua Kelompok Tani Rindu Sejahtra Dusun Dendeng, Matheos Tapatab dan anggota, Ren Sinlae ketika ditemui di lahan sawah mereka, Kamis (26/9/2019).

Matheos Tapatab mengatakan, selama ini mereka cuma berharap lahan sawah yang ada airnya dipasok dari Tilong.

Tetapi sejak tanggal 6 September, Balai Sungai mengeluarkan surat menutup air irigasi karena debit air di Tilong menurun drastis. Sebanyak dua kali pihaknya hendak menghadap kepala namun berada di luar daerah sampai saat ini.

Agar lahan sawah yang ada padi tidak mati kekeringan, kata Matheos, pihaknya memanfaatkan air dari sumber mata air yang ada di Dendeng tapi itupun debitnya kecil.

Pelantikan Pimpinan DPRD NTT Masih Berproses di Kemendagri

Adrianus Bria Seran: Semoga PS Malaka U-17 Bisa Mengukir Sejarah Seperti Seniornya

Walau begitu, pengurus berusaha untuk bisa mengatur air yang terbatas agar lahan sawah bisa tetap basah.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved