Banyak Petani Beli Pupuk Palsu, Tergiur dengan Hadiah Handphone

Peneliti pada Balai Penelitian Tanah Bogor, Ir. Antonius Kasno, menjelaskan, fakta yang terjadi saat ini adalah banyak petani yang tergiur

Banyak Petani Beli Pupuk Palsu, Tergiur dengan Hadiah Handphone
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana saat Focus Group Discussion (FGD) Literasi Jagung di Pondok Literasi Penginanga Kelurahan Lape Kecamatan Aesesa Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Sabtu (28/9/2019). 

Banyak Petani Beli Pupuk Palsu, Tergiur dengan Hadiah Handphone

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Peneliti pada Balai Penelitian Tanah Bogor, Ir. Antonius Kasno, menjelaskan, fakta yang terjadi saat ini adalah banyak petani yang tergiur dengan pupuk yang palsu.

Pupuk-pupuk palsu yang dijual juga dengan iming-iming hadiah sebuah Handphone, sehingga petani terjebak karena tidak mengetahui apakah itu pupuk asli atau palsu.

"Banyak petani yang tergiur dengan pupuk dengan modus hadiah Handphone. Padahal itu jual pupuk palsu, itu kenyataan yang terjadi lapangan," ungkap Antonius Kasno, saat Focus Group Discussion (FGD) Literasi Jagung di Pondok Literasi Penginanga Kelurahan Lape Kecamatan Aesesa Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Sabtu (28/9/2019).

Antonius mengatakan petani terjebak dan tanpa memeriksa secara detail tentang suatu produk yang masuk. Seharusnya petani harus jeli dan tidak boleh tergiur dengan promo murah suatu produk pupuk.

Antonius mengatakan mesti harus bijak dan selektif memilih pupuk. Jangan muda terjebak dengan harga yang murah dengan modus hadiah tambahan.

Antonius mengatakan petani harus memperhatikan memahami kondisi lahan. Pahami betul tentang lahan yang menjadi garapan. Sebab itu penting demi peningkatan hasil produksi petani.

Plt. Kadis Kesehatan TTU : Kontraktor Pelaksana Supaya Perhatikan Kualitas dan Schedule Proyek

Bikin Kaget Syahrini dan Luna Maya Kembali Akur? Sosok Cantik Ini Jadi Mediator Reino Barack Nangis

"Bapa-bapa harus perhatikan lahan atau tanah. Bapa-bapa yang kenal tentang lahan. Berapa rekomendasi yang dianjurkan. Karena bapa-bapa yang cangkul yang olah. Sehingga mengenal lahan dengan baik. Berapa pupuk urea, npk dan lainnya. Semua itu demi meningkatkan hasil pertanian seperti padi dan jagung," ungkapnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved